Warisan Tubagus Buang Terancam, Gunung Kunyit Kini Hampir Habis

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Tokoh masyarakat Lingkungan Kunyit Laut, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Abdul Aziz menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Gunung Kunyit yang terus mengalami kerusakan.

Ia menilai kondisi bukit tersebut sudah sulit diselamatkan karena aktivitas penggalian yang berlangsung lama.

Abdul Aziz menjelaskan Gunung Kunyit merupakan peninggalan leluhur, yakni Tubagus Buang atau Haji Muhammad Soleh. Namun, ia menyebut sebagian lahan sudah berpindah tangan dan dimanfaatkan untuk kepentingan usaha.

Menurutnya, pihak keluarga dan masyarakat saat ini kesulitan menghentikan aktivitas tersebut.

Ia mengungkapkan upaya pembatasan aktivitas tambang pernah dilakukan, tetapi tidak berhasil. Para pelaku usaha tetap menjalankan kegiatan penggalian karena bergantung pada mata pencaharian tersebut.

“Kalau sudah untuk usaha mereka, sulit kita larang,” ujarnya saat ditemui Krakatoa.id, Kamis petang (2/4/2026) di sekitar lokasi .

Minimnya Kepedulian Warga

Abdul Aziz menilai kepedulian warga terhadap Gunung Kunyit masih rendah. Ia menyebut sebagian besar warga merupakan pendatang yang tidak memahami nilai sejarah kawasan tersebut.

Meski begitu, para pekerja tambang terkadang menggelar syukuran sebagai bentuk tradisi.

Sebagai bentuk penghormatan, Abdul Aziz mengaku rutin mengunjungi lokasi dan mengirim doa secara pribadi. Ia tidak melibatkan warga lain dalam kegiatan tersebut.

Profil Gunung Kunyit

Gunung Kunyit memiliki nama asli Bukit Koenyit Teluk Betung. Saat masih utuh, ketinggiannya mencapai sekitar 131 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kini, kondisi bukit terus menyusut akibat aktivitas galian.***

BACA JUGA :  Pemkot Bandar Lampung Imbau Pedagang Takjil Ramadan Jaga Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas