Lampung Jadi Sorotan Nasional, Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Uji 500 Ribu Peserta dengan Sistem Transparan

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Lampung mencuri perhatian nasional setelah menjadi salah satu lokasi utama Seleksi Nasional Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendampingi Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah saat meninjau langsung pelaksanaan ujian di Aula Yayasan Al-Kautsar, Senin (04/05/2026).

Lampung Jadi Pusat Seleksi Koperasi Nasional

Pemerintah pusat menetapkan Lampung sebagai salah satu dari tiga titik seleksi nasional. Selain itu, daerah ini menjadi barometer pelaksanaan program koperasi modern berbasis desa.

Wamen Koperasi Farida Farichah menegaskan bahwa Lampung menunjukkan kesiapan tinggi dalam pelaksanaan seleksi. Oleh karena itu, pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap jalannya ujian di daerah ini.

Seleksi Ketat dari 500 Ribu Peserta

Program ini menarik lebih dari 500 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia. Namun demikian, panitia hanya memilih 30 ribu peserta terbaik.

Seleksi ini menjadi bagian dari Seleksi Nasional Koperasi Merah Putih 2026. Prosesnya berlangsung berbasis komputer dengan sistem ketat dan terukur.

Sistem BKN Pastikan Transparansi Tanpa Celah

Panitia menggunakan sistem dari Badan Kepegawaian Negara untuk menjamin transparansi. Dengan demikian, hasil ujian langsung keluar secara otomatis.

Farida menegaskan sistem ini menutup ruang intervensi. “Hasil langsung muncul tanpa campur tangan pihak mana pun,” ujarnya.

Lampung Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur

Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan bahwa Lampung siap secara infrastruktur dan sumber daya. Selain itu, pemerintah daerah terus memantau pelaksanaan di lapangan.

Ia menilai Lampung mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Karena itu, Lampung dianggap cepat beradaptasi dengan program koperasi nasional.

Manajer Koperasi Punya Peran Strategis

Farida menjelaskan posisi manajer koperasi memiliki tanggung jawab besar. Selain itu, mereka harus mengelola operasional koperasi secara profesional.

BACA JUGA :  Pemerintah Dinilai Tak Tidak Serius Tangani Pengungsi Rohingya, Warga Mulai Ambil Langkah Sendiri

Manajer juga memimpin tim kerja dan mengatur sistem usaha koperasi. Dengan demikian, koperasi dapat berjalan lebih efektif dan produktif.

Siap Ditempatkan di Seluruh Indonesia

Pemerintah menegaskan peserta harus siap ditempatkan di berbagai daerah. Bahkan, penugasan dapat berlangsung lintas provinsi.

“Ini bagian dari komitmen nasional,” ujar Farida. Oleh sebab itu, peserta harus memiliki kesiapan penuh sejak awal.

Lampung Didorong Jadi Model Koperasi Modern

Pemerintah berharap Lampung menjadi contoh pengembangan koperasi modern. Akhirnya, seleksi ini tidak hanya melahirkan SDM unggul, tetapi juga memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi di seluruh Indonesia.***