Ketua Umum PUKAT Nasional Dorong PUKAT Tanjungkarang Jadi Mitra Strategis Keuskupan

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Ketua Umum Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Nasional Julius Yunus Tedja mendorong PUKAT Keuskupan Tanjungkarang memperkuat peran sebagai mitra strategis Keuskupan Tanjungkarang dalam menjalankan pelayanan dan arah dasar pastoral.

Julius menyampaikan harapan tersebut setelah PUKAT Keuskupan Tanjungkarang menggelar rekoleksi di Rumah Pembinaan Carolus Borromeus, Jalan Ratu Dibalau 76, Tanjung Senang, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (8/8/2026).

Dalam wawancara khusus dengan Krakatoa.id melalui sambungan telepon, Minggu (9/8/2026), Julius menilai PUKAT Tanjungkarang memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi Gereja dan masyarakat.

“Kita harap dengan terbentuknya PUKAT Tanjungkarang itu dia bisa benar-benar komitmen untuk bisa sebagai mitra daripada keuskupan untuk meningkatkan pelayanan di Keuskupan Tanjungkarang sesuai arah dasar keuskupannya, arah dasar pastoral,” kata Julius.

Julius Nilai PUKAT Tanjungkarang Punya Potensi Besar

Julius melihat keseriusan para pengurus dan anggota PUKAT Tanjungkarang dalam membangun komunitas profesional dan usahawan Katolik di Lampung.

Ia juga menilai PUKAT Tanjungkarang memiliki sumber daya yang cukup baik untuk mengembangkan berbagai program pelayanan.

Selain itu, dukungan dari jajaran hierarki Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Tanjungkarang turut memperkuat posisi PUKAT dalam menjalankan perannya.

“Saya ingat, dari dua narasumber dari Uskup, intinya yang saya tangkap bahwa rekan-rekan di Lampung itu cukup serius. Saya lihat sumber dayanya cukup bagus. Dukungan juga dari hierarki, dari Romo RD. Philipus Suroyo dan Uskup, sangat-sangat bagus,” ujar Julius.

Menurut Julius, dukungan tersebut memberi modal penting bagi PUKAT Tanjungkarang untuk mengembangkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan Gereja dan masyarakat.

PUKAT Nasional Berdiri Sejak 2013

Julius menjelaskan PUKAT merupakan komunitas Profesional dan Usahawan Katolik yang berada dalam lingkup Gereja Katolik.

BACA JUGA :  Unila Gandeng BSI Scholarship Dukung Mahasiswa Berprestasi dan Berdaya Saing

PUKAT memulai kiprahnya secara nasional pada 2013. Sejak saat itu, komunitas tersebut terus memperluas jaringan ke berbagai keuskupan di Indonesia.

“Ini komunitas Profesional dan Usahawan Katolik atau disingkat PUKAT. Jadi dia berada di dalam Gereja Katolik,” jelas Julius.

Saat ini, PUKAT hadir di 26 keuskupan dan lima kevikepan. Dengan jumlah tersebut, PUKAT telah menjangkau 31 wilayah keuskupan atau wilayah pastoral.

Julius mengatakan PUKAT Nasional terus mendorong kehadiran komunitas tersebut di setiap keuskupan.

“Sekarang belum, artinya baru ada 26 keuskupan, lima kevikepan, jadi ada 31 keuskupan yang sudah dibentuk. Diusahakan akan berdiri di setiap keuskupan,” katanya.

Empat Pilar Jadi Fokus Program PUKAT

Julius mengatakan PUKAT menjalankan kiprahnya dengan berpedoman pada Ajaran Sosial Gereja (ASG).

Untuk menerjemahkan nilai tersebut ke dalam kegiatan nyata, PUKAT mengembangkan empat pilar program, yaitu pemberdayaan, pendidikan, sosial masyarakat, dan spiritualitas.

“Kiprahnya lebih banyak kita memperhatikan ASG, Ajaran Sosial Gereja, dengan ada empat pilar program kerja kita, antara lain pemberdayaan, pendidikan, sosial masyarakat, dan spiritualitas,” ungkapnya.

Keempat pilar tersebut memberi ruang bagi para profesional dan usahawan Katolik untuk menyumbangkan keahlian, pengalaman, serta jejaring mereka.

PUKAT juga mendorong anggota mengambil peran aktif dalam pelayanan Gereja dan kegiatan sosial masyarakat.

Julius Sebut Bakti Sosial sebagai Misi PUKAT

Julius mengatakan kegiatan bakti sosial menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata PUKAT kepada masyarakat.

Menurutnya, hampir setiap PUKAT di tingkat keuskupan menjalankan kegiatan sosial sebagai bagian dari misi organisasi.

“Untuk bakti sosial, itu hampir setiap PUKAT keuskupan melaksanakan dan itu memang menjadi bagian daripada misi kita. Dalam rangka untuk melaksanakan misi-misi itu, di dalamnya termasuk sosial masyarakat dan itu sudah dilaksanakan secara rutin hampir setiap PUKAT,” kata Julius.

BACA JUGA :  Komnas Perempuan Masih Temukan Penyiksaan Seksual terhadap Perempuan

Melalui kegiatan tersebut, PUKAT menerapkan nilai-nilai Ajaran Sosial Gereja dalam kehidupan masyarakat.

Julius menilai para profesional dan usahawan Katolik dapat memberikan manfaat lebih luas ketika mereka menggabungkan kemampuan profesional dengan kepedulian sosial.

PUKAT Nasional Siapkan Rakernas dan PUKAT Akademi

Julius juga menjelaskan sejumlah program rutin PUKAT Nasional yang melibatkan pengurus dari berbagai wilayah.

PUKAT menggelar Rapat Kerja Nasional atau Rakernas setiap tahun. PUKAT Nasional akan menggelar Rakernas berikutnya pada Oktober di Jakarta.

Selain Rakernas, PUKAT memiliki program PUKAT Akademi. Program tersebut memberikan orientasi kepada para pengurus agar memahami peran dan tanggung jawab mereka.

“Kita ada program-program tetap yang akan diikuti semua orang. Minimal itu rapat kerja, rapat kerja nasional itu tiap tahun, nanti bulan Oktober di Jakarta. Ada juga namanya PUKAT Akademi. PUKAT Akademi itu semacam orientasi untuk pengurus,” ujar Julius.

Melalui program tersebut, PUKAT Nasional berupaya memperkuat kapasitas pengurus sekaligus menjaga kesinambungan organisasi di berbagai wilayah.

Julius berharap PUKAT Tanjungkarang memanfaatkan potensi sumber daya dan dukungan Gereja yang ada untuk memperkuat pelayanan.

Ia ingin PUKAT Tanjungkarang tampil sebagai mitra aktif Keuskupan Tanjungkarang dalam menjalankan arah pastoral, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kegiatan sosial, serta penguatan spiritualitas.***