Festival Qasidah Lampung 2026: Bukan Sekadar Lomba, Ini Cara Bangun Karakter Generasi Muda

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Panggung Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung 2026 bukan sekadar tempat mencari juara. Di balik lantunan musik Islami, Pemerintah Provinsi Lampung ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreativitas sekaligus memperkuat karakter.

Festival tersebut berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung. Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Musik Islami Kita Perkuat Syiar Islam, Lestarikan Budaya dan Bangun Generasi Lampung yang Berakhlak.”

Tema tersebut menggambarkan pesan utama festival. Seni Islami dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai kebaikan. Pada saat yang sama, musik juga memberi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan bakat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pesan tersebut melalui sambutan tertulis. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan membacakannya saat pembukaan festival, Senin, 5 Oktober 2026.

Ketika Musik Menjadi Ruang Pendidikan

Menurut Gubernur, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal. Anak muda juga membutuhkan pembentukan karakter dan nilai moral.

Karena itu, ruang kreativitas memiliki posisi penting. Melalui seni, generasi muda dapat belajar tampil, bekerja sama, dan mengembangkan kepercayaan diri.

Festival qasidah kemudian hadir dalam konteks tersebut. Kegiatan ini mempertemukan seni, budaya, dan nilai keagamaan dalam satu ruang.

Gubernur menilai generasi muda Lampung perlu memiliki kemampuan akademik dan keterampilan. Namun, mereka juga membutuhkan landasan moral dan spiritual yang kuat.

“Kita ingin membangun dua kekuatan sekaligus, kekuatan ilmu dan kekuatan iman,” ujar Gubernur.

Pesan tersebut sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang didorong Pemprov Lampung. Pemerintah juga menjalankan program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Quran.

BACA JUGA :  Catatan Pengalaman Reflektif Menilik Sekolah Terpencil di Pedalaman Pulau Sumba

Dari Panggung Seni ke Pembangunan SDM

Program Satu Desa Satu Sarjana membuka kesempatan bagi anak-anak Lampung dari desa untuk memperoleh pendidikan tinggi. Pemerintah berharap mereka memiliki ilmu dan keterampilan untuk membangun masa depan.

Namun, pendidikan tinggi bukan satu-satunya bekal. Pemprov Lampung juga mendorong penguatan spiritual melalui program Satu Desa Satu Hafiz Quran.

Dengan dua program tersebut, pemerintah ingin membangun generasi dengan dua kekuatan. Pendidikan memberi bekal ilmu, sedangkan nilai agama membantu membentuk karakter.

Gubernur juga berharap generasi muda tidak melupakan desa setelah memperoleh pendidikan dan pengalaman. Sebaliknya, mereka dapat kembali dan memberi manfaat bagi kampung halaman.

“Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman, kita ingin mereka kembali memberikan manfaat bagi desa dan kampung halamannya,” ujar Gubernur.

Dengan demikian, pembangunan SDM tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu. Ilmu dan pengalaman generasi muda juga diharapkan kembali menggerakkan masyarakat desa.

Qasidah Jadi Jembatan Antargenerasi

Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo mengatakan festival memiliki tujuan yang lebih luas daripada kompetisi.

Menurut Agnesia, festival menjadi ruang untuk menghidupkan seni Islami. Kegiatan tersebut juga membantu mengembangkan dan mewariskan seni kepada generasi penerus.

Di sisi lain, generasi muda mendapat kesempatan untuk mengenal seni yang tumbuh di tengah masyarakat. Mereka dapat mempelajari nilai budaya sekaligus mengembangkan bakat.

Dengan cara itu, qasidah tidak hanya menjadi pertunjukan. Seni tersebut dapat menjadi jembatan antara budaya, agama, dan generasi muda.

Agnesia berharap seni Islami ikut membentuk karakter generasi penerus. Ia juga mendorong peserta untuk terus mengembangkan kreativitas.

Puluhan Anak Muda Ikuti Kompetisi

Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami 2026 melibatkan DPD Lasqi Nusantara Jaya kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.

BACA JUGA :  HUT ke-81 TNI di Lampung: Pelajar hingga Pemuda Ikut Parade, Pesan Kebersamaan Menguat

Lomba Seni Qasidah menghadirkan enam grup. Peserta berasal dari Bandar Lampung, Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Pesawaran.

Sementara itu, Lomba Bintang Vokalis diikuti 44 peserta. Lomba Pop Islami juga menarik 27 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Lampung.

Jumlah tersebut menunjukkan luasnya partisipasi dalam festival. Anak muda dari berbagai daerah mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Mereka tidak hanya berkompetisi. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk tampil di depan publik.

Pengalaman tersebut dapat membantu membangun keberanian dan kepercayaan diri. Selain itu, kompetisi memberi ruang bagi peserta untuk belajar dari sesama pelaku seni.

Seni, Agama, dan Kreativitas Berjalan Bersama

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Lampung Yuri Agustina Primasari menjelaskan bahwa festival berlangsung selama dua hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan seni dan keagamaan di Lampung.

Sementara itu, Pemprov Lampung terus mendorong berbagai ruang kreativitas bagi generasi muda. Pemerintah ingin anak muda tumbuh sebagai pribadi yang cerdas dan kreatif.

Namun, kreativitas perlu berjalan bersama karakter. Karena itu, nilai agama dan budaya tetap mendapat tempat dalam pembinaan generasi muda.

Pendekatan tersebut juga memberi pesan bahwa seni Islami memiliki fungsi yang lebih luas. Musik dapat menjadi sarana hiburan sekaligus media menyampaikan pesan positif.

Pada akhirnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk berkembang secara utuh. Mereka perlu mengasah pengetahuan, keterampilan, kreativitas, sekaligus karakter.

Membangun Generasi Lampung dari Banyak Jalur

Festival Qasidah 2026 memperlihatkan satu jalur pembinaan generasi muda Lampung melalui seni. Sementara itu, Pemprov Lampung menyiapkan jalur lain melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Satu Desa Satu Sarjana memberi ruang bagi anak desa untuk mengakses pendidikan tinggi. Satu Desa Satu Hafiz Quran memperkuat sisi spiritual dan keagamaan.

BACA JUGA :  Pascasarjana Unila Matangkan Renstra 2025–2029 Menuju Universitas Berkelas Dunia

Festival seni kemudian melengkapi keduanya. Anak muda memperoleh ruang untuk berkreasi, tampil, dan membangun kepercayaan diri.

Ketiga pendekatan tersebut memiliki tujuan yang saling berkaitan. Pemprov Lampung ingin membangun generasi yang memiliki ilmu, iman, kreativitas, dan karakter.

Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perubahan zaman. Lebih dari itu, mereka dapat membawa kemampuan yang dimiliki untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

Bagi Lampung, membangun generasi muda bukan hanya soal mencetak orang pintar. Pemerintah juga ingin melahirkan generasi yang kreatif, berakhlak, dan mampu membawa perubahan dari desa hingga ruang publik.***