KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG –– Yayasan Xaverius Tanjungkarang menjalin kerja sama dengan Yayasan Pelita Kasih. Kedua lembaga menjalankan program pelatihan dan pendampingan guru untuk menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Kedua yayasan menandai kerja sama tersebut dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Mereka menandatangani PKS di ruang pertemuan Yayasan Pelita Kasih Bandarlampung, Rabu (6/3/2024).
Yayasan Pelita Kasih Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus
Yayasan Pelita Kasih merupakan lembaga pelayanan pastoral Keuskupan Tanjungkarang. Lembaga tersebut bekerja sama dengan umat Katolik.
Pelita Kasih membantu anak-anak berkebutuhan khusus agar mampu bersosialisasi dan berkomunikasi. Selain itu, pendampingan juga mendorong mereka agar mampu hidup mandiri.
Proses pendampingan berlangsung melalui pembelajaran di SLB Pelita Kasih. Bagi masyarakat Lampung, lembaga ini menjadi salah satu rujukan dalam penanganan anak tunagrahita.
Pelita Kasih Sambut Kerja Sama
Ketua Yayasan Pelita Kasih Sr. Maria Imakulata Nenong, S.Kep.Nurse mengatakan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga lain.
Karena itu, Sr. Maria menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Xaverius Tanjungkarang. Ia mengapresiasi kepercayaan yayasan tersebut kepada Pelita Kasih.
“Mudah-mudahan dengan adanya Perjanjian Kerjasama ini akan semakin banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang bisa dilayani sesuai kebutuhannya,” kata dia.
Xaverius Siapkan Guru Tangani ABK
Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang RD. Andreas Sutrisno menjelaskan alasan kerja sama tersebut. Menurutnya, Yayasan Xaverius perlu meningkatkan kesiapan guru dalam mendampingi ABK.
“Yayasan Xaverius Tanjungkarang yang sedang menjalankan program dari rencana strategis yang sudah disusun dan disetujui oleh Bapak Uskup harus siap dan terbuka untuk melayani anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).”
Karena itu, pihak yayasan perlu membekali para guru. Langkah tersebut menjadi bagian dari keseriusan mereka dalam melayani ABK.
“Maka Yayasan Xaverius Tanjungkarang mempunyai kewajiban untuk menjalankan secara serius, dan untuk keseriusan itu guru-guru perlu pembekalan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Romo Andreas melihat Pelita Kasih memiliki banyak pengalaman dalam menangani ABK. Ia berharap para guru Xaverius dapat belajar dari pengalaman tersebut.
“Perjanjian antar kedua Yayasan ini untuk selanjutnya akan diimplementasikan ke sekolah dalam hal ini kerjasama antara SLB Pelita Kasih dan SD Xaverius 3 Bandarlampung,” tutupnya.
SD Xaverius 3 Siap Dampingi ABK
Kepala SD Xaverius 3 Bandarlampung Stepanus Sarji turut hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menilai kerja sama ini akan membantu sekolah.
Saat dihubungi Krakatoa.id, Stepanus mengatakan sekolahnya memiliki siswa berkebutuhan khusus.
“Sekolah kami memang ada anak yang berkebutuhan khusus, dan harapannya atas kerjasama ini dapat membantu guru-guru kami dalam mendampingi ABK di SD Xaverius 3 Bandar Lampung,” kata dia.
Sementara itu, Kepala SLB Pelita Kasih Bandarlampung Sr. Roslinde Veriana Neang, S.Pd berharap kerja sama ini meningkatkan perhatian terhadap ABK.
“Kerjasama ini semoga bisa membantu guru-guru yang ada di Xaverius agar bisa menangani secara serius untuk anak anak yang berkebutuhan khusus,” tandas dia.
Xaverius dan Pelita Kasih Teken PKS
RD. Andreas Sutrisno dan Sr. Maria Imakulata Nenong menandatangani PKS antar-yayasan. Andreas mewakili Yayasan Xaverius Tanjungkarang. Sementara itu, Sr. Maria mewakili Yayasan Pelita Kasih.
Pada tingkat sekolah, kedua lembaga juga menandatangani perjanjian kerja sama. Stepanus Sarji mewakili SD Xaverius 3 Bandarlampung. Sr. Roslinde Veriana Neang mewakili SLB Pelita Kasih.***
Kontributor Berita: Dani Ardianto
Editor: F. Joko Winarno






