KRAKATOA.ID, WAY RATAI – Wisata Punggung Naga Pesawaran menawarkan suasana alam yang tenang. Destinasi ini cocok bagi pencinta alam yang ingin menjauh dari keramaian.
Lokasinya berada di Dusun Sidoharjo, Desa Pesawaran Indah, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran. Kawasan ini berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan. Kabut juga kerap menyelimuti kawasan ini. Selain itu, udara terasa sejuk dan segar.
Cocok untuk Camping
Wisata Punggung Naga menjadi pilihan menarik untuk berkemah. Suasana yang tenang membuat pengunjung dapat menikmati waktu di tengah alam.
Kabut menjadi salah satu ciri khas kawasan ini. Karena itu, suasana pagi dan sore sering terasa lebih sejuk.
Namun, pengunjung perlu memperhatikan kondisi akses. Jalan menuju lokasi masih berupa tanah merah.
Karena itu, gunakan kendaraan yang sesuai dengan kondisi medan. Pengunjung juga dapat menggunakan jasa ojek yang tersedia.
Pengunjung Capai 50 Orang Saat Akhir Pekan
Tim Krakatoa.id bertemu pemilik Wisata Punggung Naga, Nurohman, pada Sabtu petang, 7 Desember 2024.
Nurohman mengatakan jumlah pengunjung meningkat saat akhir pekan. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 50 orang.
“Ramai pas weekend, kadang bisa mencapai di atas 50 orang,” ujar Nurohman.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan. Terutama, mereka yang mencari tempat camping dengan suasana alam.
Harga Tiket dan Sewa Tenda
Nurohman menerapkan tarif berbeda bagi pengunjung. Tarif tersebut menyesuaikan jenis kendaraan yang digunakan.
Pengunjung sepeda motor membayar Rp10.000. Sementara itu, pengunjung mobil membayar Rp5.000 per orang.
Bagi wisatawan yang membawa tenda, pengelola menarik biaya kebersihan Rp25.000 per tenda. Pengunjung tanpa tenda juga dapat menyewa perlengkapan tersebut.
Harga sewa tenda mencapai Rp50.000. Tarif itu sudah mencakup layanan pemasangan dan pembongkaran tenda.
Punggung Naga Buka Sejak 2019
Nurohman mulai membuka Wisata Punggung Naga pada 12 Desember 2019. Saat itu, pandemi Covid-19 membuat banyak pekerjaan sulit dijangkau.
Kondisi tersebut mendorong Nurohman mencari sumber pendapatan baru. Ia kemudian mengembangkan kawasan Punggung Naga sebagai usaha keluarga.
“Saat pandemi Covid-19, semua pekerjaan jauh-jauh dibatasi. Jadi saya punya inisiatif untuk membuka usaha di sini sebagai tambahan pendapatan keluarga,” ungkap Nurohman.
Ia berharap usaha tersebut memberikan manfaat bagi keluarganya. Selain itu, ia ingin masyarakat sekitar ikut merasakan dampaknya.
“Semoga ini bisa menjadi berkah bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Akses Jalan Masih Jadi Kendala
Wisata Punggung Naga memiliki potensi wisata yang besar. Namun, kondisi jalan masih menjadi salah satu tantangan utama.
Jalur menuju lokasi masih menggunakan tanah merah. Nurohman dan masyarakat juga melakukan pembenahan secara swadaya.
“Masih kendala di akses jalan, karena di sini masih tanah merah. Semua pembenahan masih swadaya,” tambah Nurohman.
Untuk memudahkan pengunjung, Nurohman menyediakan jasa ojek. Pengunjung membayar Rp40.000 untuk perjalanan pulang pergi.
Menawarkan Alam dan Cerita Inspiratif
Wisata Punggung Naga Pesawaran menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung dapat menikmati udara sejuk dan panorama pegunungan.
Selain itu, kawasan ini cocok untuk wisata camping. Harga yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Di balik potensi tersebut, ada perjuangan Nurohman membangun usaha. Ia memulai usaha ketika pandemi membatasi banyak aktivitas ekonomi.
Kini, Wisata Punggung Naga terus menarik pengunjung. Tempat ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati alam Pesawaran dengan suasana tenang.
Jika ingin berkunjung, siapkan kendaraan sesuai kondisi medan. Jangan lupa menjaga kebersihan dan kelestarian alam selama menikmati kawasan Punggung Naga.***






