KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN — Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan memeriahkan HUT ke-67 TVRI serta HUT ke-80 Republik Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung menggelar Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan Melalui Aksi Stop Boros Pangan, Sabtu (2/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di halaman TVRI Stasiun Lampung, Way Hui, Lampung Selatan, sebagai bagian dari Gerakan Pangan Murah Serentak di 32 titik se-Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan pangan secara bijak, efisien, dan berkelanjutan. Sosialisasi disampaikan oleh para pegawai Dinas KPTPH Provinsi Lampung acara itu kepada ratusan masyarakat yang berbelanja pada Gerakan Pangan Murah Serentak.
“Sosialisasi ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan pangan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami ingin publik menyadari bahwa pangan yang tersedia harus digunakan seefisien mungkin dan tidak dibuang sia-sia,” ujar oleh Hefid Dwi Suharjanto, S.P., M.M., Penelaah Teknis Kebijakan yang mewakili Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Ir. Bani Ispriyanto, M.M.
Hefid menjelaskan bahwa aksi “Stop Boros Pangan” tidak hanya sebatas ajakan moral, tetapi juga mencakup tips praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: Mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang sudah diambil, membawa pulang makanan sisa, mengolah kembali sisa makanan dan mendonasikan pangan layak konsumsi kepada yang membutuhkan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan gelar pangan murah, maupun warga sekitar, untuk menjadi agen perubahan. Mari kita publikasikan dan sebarkan pesan ini: Yuk Selamatkan Pangan, Stop Boros Pangan,” tegas Hefid.
Menurut Hefid gerakan ini sejalan dengan misi besar pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan mendukung program berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam membentuk pola pikir dan kebiasaan masyarakat yang lebih peduli terhadap pangan dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesejahteraan social,” pungkasnya.***





