Pemprov Lampung Jajaki Kerja Sama Strategis dengan PT. Sang Hyang Seri untuk Perbenihan Padi, Jagung, dan Kedelai

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung membuka peluang kolaborasi strategis dengan PT. Sang Hyang Seri (SHS) untuk memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan perbenihan padi, jagung, dan kedelai.

Hal tersebut terungkap dalam rapat strategis yang dipimpin langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (10/2/2026).

Direktur Utama PT. SHS, Adhi Cahyono Nugroho, menjelaskan bahwa SHS saat ini telah melakukan transformasi total dengan fokus pada perbenihan, meninggalkan bisnis beras dan pupuk. SHS memiliki 42 pabrik benih di seluruh Indonesia serta pusat perbenihan nasional seluas 3.200 hektare di Sukamandi, Subang.

“Lampung kami pandang sangat strategis dan berpotensi menjadi basis produksi perbenihan SHS ke depan,” ujar Adhi. Ia menambahkan bahwa SHS mendorong penguatan petani penangkar melalui skema offtake dengan pembayaran maksimal satu hari setelah panen dan harga lebih tinggi dibanding pasar, yakni tambahan Rp300–Rp500 per kilogram.

Selain padi, SHS juga siap mengembangkan benih jagung dengan target produktivitas hingga 10 ton per hektare, serta benih kedelai melalui kerja sama dengan pemulia dan lembaga riset. Perusahaan juga membuka peluang pemanfaatan aset idle di Nambahrejo, Lampung Tengah, berupa fasilitas R&D dan mesin perbenihan yang bisa dikolaborasikan dengan BUMD.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik komitmen SHS dan menegaskan kesiapan Pemprov Lampung mendukung investasi serta pengembangan penangkaran dan pabrik benih di daerah.

“Lampung menargetkan penguatan sebagai lumbung pangan nasional. Salah satu kendala selama ini adalah ketersediaan benih. Jika SHS berinvestasi di Lampung, ini akan menjadi peluang besar untuk meningkatkan produktivitas petani,” ujar Gubernur Mirza. Ia juga mendorong agar pengembangan perbenihan dilakukan di lokasi strategis seperti IP3 Trimurjo, Pringsewu, Tanggamus, dan wilayah lain dengan potensi tinggi.

BACA JUGA :  Ditreskrimum Polda Lampung Terima Penghargaan Implementasi Restoratif Justice Dari Kapolri

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menilai kehadiran SHS sangat tepat, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan visi Gubernur Lampung. Ia menekankan bahwa sekitar 28 persen struktur ekonomi Lampung ditopang sektor pertanian.

“Lampung memiliki keunggulan pada padi, jagung, kedelai, dan singkong. Padi Lampung surplus sekitar 3,5 juta ton gabah kering giling pada 2025, sedangkan jagung menyumbang 8 persen produksi nasional dan berada di peringkat lima besar. Dukungan SHS di bidang perbenihan akan memperkuat basis produksi pertanian Lampung,” tambahnya.

Rapat ini diharapkan menjadi langkah awal perumusan skema kerja sama yang lebih teknis dan terintegrasi, guna memperkuat ekosistem perbenihan di Provinsi Lampung sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.***