Nyepi dan Idulfitri Berdekatan, FKUB Lampung Serukan Saling Menghormati

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat sikap toleransi menjelang dua hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan pada Maret 2026, yakni Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Muhammad Bahruddin, MA., menyampaikan bahwa perbedaan momentum keagamaan ini harus disikapi dengan kedewasaan dan semangat saling menghormati, sejalan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika.

“Pada bulan Maret ini ada dua hari besar keagamaan, yaitu Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 dan Idulfitri pada 20–21 Maret 2026. Ini menjadi momentum bagi kita untuk menunjukkan toleransi yang tinggi,” ujarnya saat dihubungi Krakatoa.id, Selasa (17/3/2026).

Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi umat Hindu untuk menjalankan ibadah Nyepi dengan khusyuk. Masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar tempat ibadah, diimbau untuk menjaga ketenangan dengan membatasi aktivitas yang dapat mengganggu, seperti mengurangi suara musik atau kegiatan lainnya.

Selain itu, ia juga mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat persatuan dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Idulfitri harus menjadi ajang memperkuat sinergi, toleransi, serta menjaga kenyamanan dan kondusivitas di tengah masyarakat, termasuk menghargai perbedaan dalam penentuan hari raya,” jelasnya.

FKUB Lampung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran hoaks berpotensi mengganggu kerukunan, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Di sisi lain, Prof. Bahruddin mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada warga yang terdampak musibah banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.

“Perayaan hari raya hendaknya juga diiringi dengan kepedulian sosial, sehingga makna hari raya dapat memperkuat rasa cinta kasih antarsesama di tengah masyarakat Lampung yang majemuk,” katanya.

BACA JUGA :  Ketua FKUB Lampung : Nabi Muhammad SAW, Panutan yang Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan

Ia berharap, melalui sikap saling menghormati dan kepedulian tersebut, suasana damai dan harmonis di Lampung dapat terus terjaga, khususnya dalam momentum penting keagamaan yang berdekatan ini.***