KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Lonjakan arus mudik yang signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tidak mengganggu stabilitas keamanan di Provinsi Lampung. Hingga malam takbiran, Jumat (20/3/2026), situasi kamtibmas tetap terjaga aman dan kondusif.
Kapolda Lampung Helfi Assegaf mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni sempat mencapai angka puncak 51.000 kendaraan. Angka tersebut naik drastis dibandingkan 5.000 kendaraan pada 13 Maret, sebelum akhirnya melandai di kisaran 24.000 kendaraan pada hari ini.
“Meski terjadi lonjakan arus mudik, situasi tetap terkendali dan tidak ada kejadian menonjol,” ujarnya.
Menurut Kapolda, keberhasilan menjaga kondisi tersebut tidak lepas dari kesiapan pengamanan yang matang. Sebanyak 3.900 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait telah disiagakan di berbagai titik strategis. Selain itu, 57 pos pengamanan didirikan di seluruh wilayah Lampung, terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, dan satu pos terpadu.
Sejak dimulainya Operasi Ketupat pada 13 Maret, Polda Lampung juga mencatat nihil kecelakaan lalu lintas serta tidak adanya laporan tindak kriminal menonjol, termasuk pencurian dengan kekerasan.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Forkopimda turut memastikan langsung kondisi di lapangan melalui pemantauan di sejumlah titik, termasuk di Masjid Raya Al-Bakrie usai mengikuti rapat koordinasi nasional secara virtual.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik maupun libur Lebaran. Keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian perayaan Idulfitri berjalan lancar.
Operasi Ketupat sendiri akan berlangsung hingga 29 Maret 2026, dengan harapan situasi tetap aman, tertib, dan terkendali di seluruh wilayah Lampung.***






