KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Harga kopi robusta di Dusun Sinar Tiga, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, mengalami penurunan tajam usai momen Lebaran. Saat ini, harga jual di tingkat petani dilaporkan merosot hingga Rp30 ribu per kilogram.
Bayu, salah satu petani kopi setempat, mengaku harus menjual hasil panennya dengan harga rendah kepada tengkulak dalam beberapa hari terakhir.
“Iya, baru-baru ini kemarin saya jual di tengkulak hanya dihargai Rp30 ribu per kg,” kata Bayu saat ditemui Krakatoa.id, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, penurunan harga ini terjadi secara tiba-tiba setelah Hari Raya Idulfitri. Padahal sebelumnya harga kopi robusta masih berada pada kisaran yang lebih tinggi dan cukup menguntungkan bagi petani.
Ia menjelaskan, kondisi ini cukup memberatkan, terutama karena biaya perawatan kebun dan proses panen tidak mengalami penurunan. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, biaya produksi cenderung meningkat.
“Kalau harga segini, petani jelas rugi. Biaya pupuk, tenaga kerja, sama perawatan tetap tinggi, tapi harga jual malah turun jauh,” ujarnya.
Penurunan harga kopi ini menjadi perhatian serius, mengingat kopi robusta merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah Pesawaran yang menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak warga.***






