KRAKATOA.ID, LAMPUNG BARAT – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membawa misi penting saat mengunjungi Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat, Rabu (8/7/2026). Bukan hanya membawa program kerja biasa, ia juga fokus memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Secara terbuka, ia meminta para orang tua di pedesaan untuk memperjuangkan pendidikan anak-anak mereka hingga ke jenjang perguruan tinggi.
“Harapan saya anak-anak di Suoh dan BNS ini semuanya dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Jika orang tuanya petani, anaknya tidak boleh menjadi petani juga,” tegas Gubernur di hadapan ratusan warga.
Gubernur berpendapat bahwa wilayah Suoh dan BNS memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Meskipun demikian, masyarakat setempat belum mampu menikmati potensi tersebut secara maksimal. Kondisi ini terjadi akibat keterbatasan keterampilan serta minimnya penguasaan teknologi modern.
Oleh karena itu, Rahmat Mirzani berharap lonjakan kualitas pendidikan dapat melahirkan generasi muda baru yang visioner. Anak-anak muda tersebut nantinya harus mampu mengelola dan memajukan ekonomi daerah mereka sendiri secara mandiri.
Guyuran Bantuan Pertanian untuk Modal Sekolah Anak
Guna meringankan beban finansial orang tua, Gubernur menyalurkan berbagai program bantuan modal secara konkret. Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani setempat. Selain itu, pemerintah juga membagikan bantuan rehabilitasi tanaman lada, peremajaan kopi, serta perluasan areal kakao.
Melalui peningkatan hasil kebun ini, Gubernur berharap pendapatan para petani di Lampung Barat dapat segera meningkat. Alhasil, para orang tua memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membiayai sekolah anak-anak mereka.
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memberikan dukungan penuh terhadap arahan tegas dari Gubernur tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran Gubernur menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Oleh sebab itu, ia mengajak warga memanfaatkan seluruh fasilitas bantuan ini demi masa depan anak cucu mereka.
Intervensi Pasar Murah Ringankan Beban Dapur Orang Tua
Pemerintah menutup rangkaian kunjungan kerja ini dengan menggelar operasi pasar murah kolaboratif. Langkah taktis ini bertujuan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan menekan pengeluaran dapur keluarga petani. Panitia menyediakan tepung terigu seharga Rp9.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, serta beras kemasan lima kilogram seharga Rp58.000.
Program pangan murah ini langsung mendapat sambutan yang sangat hangat dari kaum ibu di Kecamatan BNS. Rohaya, seorang warga setempat, mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran program intervensi harga dari pemerintah ini.
“Kegiatan seperti ini maunya sering-sering dilakukan Pak Gubernur dan Pak Bupati. Kalau bisa satu bulan sekali, kami selaku masyarakat sangat terbantu,” harap Rohaya dengan wajah berseri-seri.***






