Bukan Sekadar Tambah PPDS, FK Unila Bidik Dokter Spesialis untuk Kembali ke Daerah

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mendorong kehadiran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) tidak berhenti pada penambahan jumlah dokter spesialis. Pemprov ingin lulusan PPDS kembali ke daerah dan mengisi wilayah yang masih kekurangan tenaga dokter spesialis.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peluncuran empat program PPDS baru FK Unila di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Lampung, Senin (10/8/2026).

Empat program baru tersebut mencakup PPDS Penyakit Dalam, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kesehatan Anak, serta Bedah.

Jihan menilai penambahan program PPDS menjadi langkah penting untuk memperkuat sumber daya manusia kesehatan di Lampung. Namun, menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan lulusan pendidikan spesialis mengisi kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.

Pemprov Lampung Ingin Dokter Spesialis Kembali ke Daerah

Jihan mengatakan Lampung masih menghadapi persoalan pemerataan dokter spesialis. Sejumlah dokter spesialis masih memilih bekerja di kota besar yang memiliki fasilitas kesehatan lebih lengkap.

“Kita ingin menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis, khususnya di daerah. Namun, selain persoalan jumlah, kita juga menghadapi tantangan bagaimana memastikan pemerataan distribusi dokter spesialis di seluruh wilayah,” ujar Jihan.

Menurut Jihan, pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut hanya dengan menambah jumlah dokter spesialis. Pemerintah juga perlu menciptakan kondisi yang mendorong dokter spesialis mau bekerja di daerah.

“Ke depan agar untuk bisa sama-sama kita uraikan agar dokter spesialis ini mau berpraktik di daerah,” ujarnya.

Jihan mengatakan Pemprov Lampung akan terus mengevaluasi kebutuhan tenaga kesehatan di setiap wilayah. Pemerintah juga perlu memberikan dukungan kepada dokter spesialis yang bertugas di daerah agar mereka dapat menjalankan pelayanan secara optimal.

BACA JUGA :  Warek BUK Unila Buka Seleksi Dosen Calon Anugerah Academic Leader

Rekomendasi PPDS Harus Sesuai Kebutuhan Daerah

Untuk memperkuat pemerataan dokter spesialis, Jihan meminta pemerintah kabupaten dan kota memetakan kebutuhan tenaga medis sebelum memberikan rekomendasi pendidikan spesialis.

Menurutnya, setiap daerah memiliki kebutuhan dokter spesialis yang berbeda. Karena itu, pemerintah daerah harus mengetahui kekurangan tenaga medis di wilayahnya sebelum mengirim dokter umum mengikuti PPDS.

“Rekomendasi harus didasarkan pada pemetaan kebutuhan dokter spesialis di daerah masing-masing. Kita harus memastikan dokter yang mendapat rekomendasi memiliki kompetensi dan komitmen untuk kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan,” tegas Jihan.

Jihan juga mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan investasi pendidikan dokter spesialis memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Jangan sampai seseorang mendapatkan rekomendasi dari daerah untuk menempuh pendidikan spesialis, tetapi setelah selesai justru tidak kembali mengabdi ke daerahnya. Kita harus memastikan investasi yang dilakukan daerah benar-benar kembali memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

FK Unila Tambah Empat Program PPDS

Dekan FK Unila Evi Kurniawaty mengatakan kampus membuka empat program PPDS baru setelah menerima Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Januari 2026.

Sebelumnya, FK Unila memiliki dua program PPDS. Dengan tambahan empat program baru, jumlah PPDS FK Unila kini mencapai enam program studi.

“Dengan terbitnya SK Kemendiktisaintek pada Januari 2026, ini menjadi kado yang sangat indah bagi keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Kami mendapatkan kesempatan menambah program studi PPDS yang sebelumnya berjumlah dua menjadi enam program studi,” kata Evi.

FK Unila kemudian menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menjalankan empat program tersebut. Kampus menyusun kurikulum, menyiapkan sumber daya manusia, dan membangun kerja sama dengan sejumlah institusi kesehatan.

FK Unila menjalin kerja sama dengan FK Unpad sebagai pembina. Kampus juga menggandeng RSUD Dr. H. Abdul Moeloek sebagai rumah sakit utama serta sejumlah rumah sakit jejaring di Provinsi Lampung.

BACA JUGA :  Optimalkan Kesembuhan Sinta Aulia, RS Polri Bentuk Tim Berisikan Ahli dan Pakar

FK Unila Arahkan Peserta PPDS dari Daerah

FK Unila juga menyiapkan strategi agar program pendidikan spesialis dapat membantu pemerataan dokter di Lampung.

Evi mengatakan pihaknya mengarahkan penerimaan peserta PPDS kepada dokter umum yang berasal dari kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Pada Mei 2026, FK Unila bersama RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menggelar seleksi calon peserta PPDS untuk empat program baru tersebut.

Panitia memeriksa administrasi, kesehatan, kejiwaan, buta warna, narkoba, serta melakukan wawancara. FK Unila kemudian mengumumkan calon mahasiswa yang lolos seleksi pada Juni 2026.

Evi berharap para dokter umum tersebut kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.

“Kami berharap para dokter umum yang mengikuti pendidikan spesialis ini nantinya telah memiliki tempat untuk kembali dan mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Evi, FK Unila ingin menghindari penumpukan dokter spesialis di wilayah yang sudah memiliki layanan kesehatan relatif lengkap.

“Harapannya tentu saja, para spesialis nantinya tidak akan bekerja di kota ataupun provinsi yang layanan dokter spesialisnya sudah dirasa lengkap dan cukup,” pungkasnya.

Empat PPDS Baru Jawab Kekurangan Dokter Spesialis Lampung

Evi menilai pembukaan empat program PPDS baru dapat membantu menjawab kebutuhan dokter spesialis di Provinsi Lampung.

“Lahirnya PPDS di Provinsi Lampung merupakan jawaban atas kebutuhan dokter spesialis yang masih dirasakan kurang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Dengan enam program PPDS, FK Unila kini memiliki peluang lebih besar untuk mencetak dokter spesialis dari Lampung dan untuk Lampung.

Program tersebut juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk menyusun pola pengembangan tenaga kesehatan yang lebih terarah. Pemerintah dapat mengirim dokter umum dari wilayah yang kekurangan spesialis, kemudian menyiapkan tempat pengabdian bagi mereka setelah menyelesaikan pendidikan.

BACA JUGA :  Siswa-siswi SMA Xaverius Bandarlampung Ikuti Acara Pengenalan Ilmu Geologi Oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi ITERA

Bagi Pemprov Lampung, keberhasilan program PPDS bukan hanya terukur dari bertambahnya jumlah peserta didik atau lulusan. Ukuran lainnya terletak pada kemampuan program tersebut menghadirkan dokter spesialis di daerah yang selama ini masih membutuhkan layanan kesehatan.

Karena itu, peluncuran empat PPDS baru FK Unila menjadi bagian dari upaya lebih besar: mencetak dokter spesialis, menjaga kualitas pendidikan, sekaligus membawa kembali tenaga medis untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah Lampung.***