Berenang Merdeka 2025 di Laut Mutun Catat 2 Rekor MURI, Diikuti 565 Perenang

KRAKATOA.ID, PESAWARAN — Komunitas Perenang Antar Pulau Lampung (KPAPL) menggelar Upacara Bendera untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Mereka menggelar upacara di atas permukaan Laut Mutun, Kabupaten Pesawaran, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Kegiatan bertajuk “Berenang Merdeka 2025” tersebut berlangsung khidmat dan meriah. Selain itu, KPAPL mencatat dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rekor pertama mencatat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebagai Gubernur Pertama di Dunia yang menjadi Inspektur Upacara di atas permukaan laut. Rekor kedua mencatat Upacara Bendera di Permukaan Laut dengan Jumlah Perenang Terbanyak.

565 Perenang Ikuti Upacara di Laut Mutun

Sebanyak 565 peserta mengikuti upacara tersebut. Mereka berasal dari berbagai komunitas perenang di Jakarta, Bekasi, dan Bandar Lampung.

Peserta datang dari berbagai kelompok usia. Anak-anak berusia 7 tahun hingga warga senior berusia 70-an ikut ambil bagian.

Sebelum upacara, seluruh peserta berenang mengelilingi pulau sejauh 3 kilometer. Mereka kemudian berkumpul di titik upacara untuk membentuk formasi.

Ketua KPAPL Napoli Situmorang bersyukur atas kesuksesan kegiatan tersebut. Ia mengatakan panitia menyiapkan acara bersama berbagai pihak.

“Ini untuk pertama kalinya upacara pengibaran bendera dilakukan di atas permukaan laut dan dicatat sebagai yang pertama di dunia. Kami sangat bangga. Ini adalah kerja keras luar biasa dari semua panitia dan peserta,” ujarnya usai acara.

KPAPL Promosikan Wisata Bahari Lampung

Napoli menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menggabungkan olahraga dan peringatan kemerdekaan. KPAPL juga ingin mengenalkan potensi wisata bahari Lampung.

“Kami ingin mengenalkan bahwa laut Lampung ini luar biasa indah. Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk bermain di darat, tapi juga mengeksplorasi lautnya. Harapannya, ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi warga sekitar,” imbuhnya.

BACA JUGA :  MSS Chapter Lampung Buktikan Semangat Nasionalisme Lewat Berenang Merdeka 2025 di Pantai Mutun

Selain itu, KPAPL rutin menggelar kegiatan sosial untuk menjaga kebersihan laut. Para anggota bahkan membersihkan sampah langsung dari dalam laut sambil berenang.

“Kami rutin melakukan pembersihan sampah di laut. Inilah bentuk nyata kecintaan kami terhadap laut dan komitmen mewujudkan wisata bahari yang aman dan berkelanjutan,” tambah Napoli.

Hiburan dan Doorprize Meriahkan Acara

Setelah upacara selesai, panitia menggelar hiburan musik di Pantai Mutun. Panitia juga mengadakan pengundian doorprize untuk para peserta.

Hadiah tersebut antara lain sepeda, barang elektronik, dan berbagai hadiah menarik lainnya. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan pengundian pertama.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela melanjutkan pengundian.

Gubernur: Upacara di Laut Simbol Inovasi

Dalam amanatnya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyebut upacara di laut sebagai simbol keberanian, kreativitas, dan cinta tanah air.

“Biasanya upacara dilakukan di darat, hari ini kita lakukan di laut. Ini adalah simbol inovasi dan semangat baru dalam memaknai kemerdekaan,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur menyoroti potensi Lampung sebagai daerah maritim. Ia menyatakan komitmen pemerintah untuk menjadikan Lampung sebagai model pembangunan maritim nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Harapan kami, Lampung tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari nasional, tetapi juga menjadi contoh pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan dan partisipatif,” tegasnya.

MURI Apresiasi Rekor Berenang Merdeka 2025

Direktur Marketing MURI, Awan Raharjo, turut mengapresiasi kreativitas panitia dan peserta. Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta meningkat dari data awal.

Panitia sebelumnya mencatat 511 peserta. Namun, antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta bertambah menjadi 565 orang.

“Rekor ini tidak hanya unik, tapi juga penuh semangat nasionalisme. Kami bangga dapat mencatatkannya,” ujarnya.

Sebagai penutup, seluruh peserta membentuk formasi angka “80” di tengah laut. Formasi tersebut melambangkan usia kemerdekaan Republik Indonesia.***

BACA JUGA :  Berenang Merdeka 2025 di Pantai Mutun Libatkan 500 Perenang, Targetkan 2 Rekor MURI