Unila Perkuat Pengelolaan Zakat Melalui UPZ, Rektor Ajak Sivitas Akademika Berpartisipasi

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menerima audiensi dari Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Unila yang diketuai Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S., pada Jumat (20/2/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen Unila dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, amanah, dan sesuai syariat serta regulasi yang berlaku.

UPZ Unila memiliki tugas dan fungsi untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana ZIS (zakat, infak, sedekah) dari sivitas akademika, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, terutama oleh keluarga besar Unila dan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Rektor Lusmeilia mengajak seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ.

“Mari kita jadikan UPZ ini sebagai wadah kebersamaan dalam berbagi, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan di lingkungan kampus yang kita cintai ini. Semakin banyak warga Unila yang berpartisipasi, semakin besar manfaat yang bisa kembali kepada komunitas kampus kita,” ujarnya.

Prof. Wan Abbas Zakaria menambahkan, UPZ Unila akan segera melakukan sosialisasi masif di tingkat universitas, fakultas, hingga unit-unit kecil. Program ini menjadi langkah perdana untuk membangun budaya kepedulian dan solidaritas sosial di lingkungan kampus.

UPZ memiliki dua program unggulan, yakni pengumpulan dan penyaluran ZIS. Pengumpulan dilakukan melalui mekanisme potong gaji bagi sivitas akademika relawan zakat, yang meliputi dosen, alumni, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, penyaluran ZIS difokuskan pada para asnaf, khususnya mahasiswa, melalui bantuan pembayaran UKT, beasiswa, serta berbagai bentuk bantuan pendidikan lainnya, guna mendukung keberlanjutan pendidikan.

“Kehadiran UPZ Unila diharapkan bisa membawa manfaat dan keberkahan, menjadi amal jariah, sekaligus memperkuat budaya kepedulian serta solidaritas sosial di lingkungan kampus,” tutup Prof. Wan Abbas Zakaria.

BACA JUGA :  Tekanan Semakin Besar Terhadap Yunani Terkait Kapal Migran yang Tenggelam

Melalui langkah ini, Unila menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat penguatan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan di lingkungan akademik.***