KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Langkah taktis untuk mengakselerasi roda perekonomian daerah dan menyelaraskan arah pembangunan menuju gerbang Indonesia Emas 2045 terus berjalan masif. Secara resmi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin rapat koordinasi tingkat tinggi mengenai Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Daerah. Pihak Pemprov menggelar agenda strategis tersebut bersama jajaran regulator keuangan di Ruang Rapat Utama pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dalam arahannya di depan peserta rapat, Gubernur Mirza menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen merupakan mandat mutlak RPJMN. Namun, keterbatasan ruang fiskal daerah membuat pemerintah tidak bisa hanya berpangku tangan pada ketersediaan dana APBD semata.
Gubernur Mirza Tuntut Kolaborasi Kuat Demi Wujudkan Ekonomi Inklusif
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran tersebut, Gubernur Mirza meminta seluruh instansi vertikal dan sektor swasta memperkuat barisan kemitraan. Faktanya, Provinsi Lampung memiliki modal besar karena berbagai indikator makro daerah menunjukkan tren yang sangat positif. Sebagai contoh, angka pertumbuhan ekonomi Lampung saat ini sukses merangkak naik di atas rata-rata nasional.
Selanjutnya, orang nomor satu di Lampung ini juga menginstruksikan seluruh jajaran kepala dinas untuk merombak program kerja. Para pejabat wajib menyelaraskan kegiatan dengan visi strategis Presiden Prabowo Subianto. Dampaknya, orientasi pembangunan di tingkat tapak akan menjadi jauh lebih terarah, efektif, dan terukur.
Bank Indonesia Soroti Kesiapan Sektor Pertanian untuk Proyek Bioetanol
Merespons peta jalan dari Gubernur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, memberikan pandangan konstruktif. Ia membenarkan adanya kesenjangan pembiayaan pembangunan yang nyata di tingkat akar rumput. Oleh sebab itu, BI bersama OJK dan DJPb siap membantu Pemprov Lampung untuk menggali sumber pendanaan alternatif non-APBD.
Secara khusus, Bimo menyoroti rencana hilirisasi industri baru yang berpotensi mendongkrak kesejahteraan petani lokal. Pemerintah daerah tengah mengkaji peluang besar pengembangan proyek energi terbarukan bioetanol di bumi Lampung.
-
Bahan Baku Utama: Mengoptimalkan hasil panen tanaman kelapa sawit, tebu, hingga sorgum rakyat.
-
Fokus Analisis: Mengukur dampak riil nilai investasi terhadap penguatan sektor pertanian primer.
-
Tujuan Utama: Memberikan nilai tambah ekonomi tinggi agar stabilitas harga komoditas perkebunan tetap terjaga.
Pada akhirnya, sinergi lintas sektoral ini siap menjadi jangkar pengaman bagi ketahanan pangan dan energi di Pulau Sumatra. Melalui keterlibatan aktif lembaga keuangan, para pelaku usaha mikro juga akan mendapatkan kemudahan akses permodalan yang sehat. Kesimpulannya, gebrakan awal dari Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ini sukses meletakkan fondasi ekonomi Lampung yang mandiri dan berkelanjutan.***





