Bidik Revolusi Singkong, Lampung dan BRIN Sulap Pertanian Tradisional Jadi “Smart Farming”

KRAKATOA.ID, JAKARTASaat ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersiap memodernisasi sektor pertanian tradisional melalui sentuhan teknologi digital dan sains. Langkah revolusioner tersebut bermula dari penandatanganan kerja sama strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selanjutnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung misi besar untuk mendongkrak kesejahteraan petani lokal ini.

Mengenai hal itu, BRIN bersama Universitas Lampung segera mendirikan Pusat Riset Kolaborasi Cassava di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai. Kemudian, pusat riset ini berfokus menciptakan varietas singkong baru dengan kadar pati yang sangat tinggi. Bahkan, inovasi tersebut sangat penting karena Lampung memegang status sebagai produsen singkong terbesar secara nasional. Tentu saja, bibit unggul ini akan melipatgandakan pendapatan para petani singkong dalam waktu singkat.

Terapkan Teknologi Irigasi Pintar dan Satelit Cuaca

Lalu, program kerja sama ini juga menghadirkan sistem irigasi pintar (smart irrigation) berbasis digital. Sebab, sistem canggih tersebut membantu petani menghemat air sekaligus menyuburkan tanaman secara otomatis. Sementara itu, para peneliti memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk memetakan potensi bencana hidrologi. Oleh karena itu, teknologi satelit ini dapat meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.

“Kita harus menggeser pembangunan daerah menuju kebijakan berbasis bukti agar setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Siapkan 19 Program Kerja Konkret Selama Empat Tahun

Di samping itu, kedua lembaga merancang 19 program strategis pada delapan sektor prioritas pembangunan daerah. Program ini mencakup pula penanganan hama tanaman lada hingga penguatan pakan lokal benih lobster. Akhirnya, Gubernur Mirza optimistis Lampung segera menjelma menjadi pusat agroteknologi terdepan di Indonesia. Kesimpulannya, kolaborasi erat ini meletakkan fondasi sains yang kuat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.***

BACA JUGA :  Pj. Gubernur Lampung Samsudin Terima Gelar Adat "Pangeran Sejati" dan Istri Gelar "Pangeran Permaisuri" dari MPAL