Bukan Sepi Karena Mutu, Ini Alasan SD Negeri 1 Gedung Meneng Bandar Lampung Hanya Dapat Dua Siswa Baru

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemandangan berbeda terlihat di SD Negeri 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah dasar negeri yang pernah ramai oleh aktivitas siswa itu kini hanya menerima dua peserta didik baru.

Kondisi tersebut sempat menjadi perbincangan publik. Namun, warga sekitar mengungkap cerita lain. Mereka menyebut minimnya siswa baru bukan karena kualitas sekolah, melainkan perubahan lingkungan sekitar yang kini didominasi rumah kos mahasiswa.

Wajah Gedung Meneng Berubah, Rumah Kos Gantikan Hunian Keluarga

Dedi Efendi, warga Jalan Kopi Gedung Meneng, mengatakan kondisi lingkungan sekitar sekolah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, dahulu banyak keluarga dengan anak usia sekolah tinggal di kawasan tersebut. Namun, perlahan banyak rumah warga berubah menjadi tempat kos.

“Dulu murid di sekolah itu ramai. Baru dua atau tiga tahun terakhir mulai sepi. Sekarang lingkungan sini lebih banyak kos-kosan karena banyak mahasiswa,” kata Dedi saat dijumpai Krakatoa.id di kediamannya pada Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, perubahan jumlah penduduk membuat calon siswa baru ikut berkurang. Sebagian besar penghuni kos merupakan mahasiswa yang tidak memiliki anak usia sekolah dasar.

“Penduduk asli yang punya anak kecil sekarang tinggal sedikit. Jadi bukan karena sekolahnya tidak bagus,” ujarnya.

Orang Tua Tetap Percaya dengan Kualitas SD Negeri 1 Gedung Meneng

Dedi menegaskan, masyarakat tidak perlu menilai SD Negeri 1 Gedung Meneng hanya dari jumlah siswa baru tahun ini.

Ia memiliki pengalaman langsung menyekolahkan tiga anaknya di sekolah tersebut. Dua anaknya sudah menyelesaikan pendidikan dasar, sedangkan satu anak lainnya kini berkuliah.

“Kalau sekolah itu jelek, saya tidak mungkin memasukkan anak saya ke sana. Tiga anak saya sekolah di situ,” katanya.

BACA JUGA :  Pesawat Antariksa Rusia Jatuh di Bulan

Selain itu, Dedi menilai para guru di SD Negeri 1 Gedung Meneng memiliki kualitas yang baik. Ia juga melihat hubungan antara guru dan wali murid berjalan dengan positif.

“Guru-gurunya bagus. Hubungan dengan wali murid juga baik,” ucapnya.

Minim Siswa Bukan Karena Persaingan Sekolah Swasta

Dedi juga membantah anggapan bahwa SD Negeri 1 Gedung Meneng kehilangan siswa karena persaingan dengan sekolah swasta.

Menurutnya, kawasan sekitar sekolah tidak memiliki sekolah dasar swasta yang menjadi pesaing utama.

“Kalau ada sekolah swasta mungkin ceritanya berbeda. Tetapi di sini tidak ada. Jadi penyebabnya bukan persaingan,” jelasnya.

Warga Berharap Anak-Anak Sekitar Kembali Mengisi Sekolah

Meski jumlah siswa baru tahun ini hanya dua orang, Dedi tetap melihat peluang sekolah kembali ramai.

Ia mengatakan masih banyak anak-anak kecil yang tinggal di sekitar Gedung Meneng. Namun, mereka belum memasuki usia sekolah dasar.

“Saya berharap tahun depan ada lebih banyak anak yang masuk. Di sekitar sini masih ada anak kecil, hanya belum waktunya masuk SD,” ujarnya.

Fenomena SD Negeri 1 Gedung Meneng menjadi gambaran bagaimana perubahan lingkungan perkotaan dapat memengaruhi jumlah peserta didik. Bagi warga, sekolah tersebut tetap memiliki kualitas dan hanya membutuhkan lebih banyak anak usia sekolah di sekitar wilayahnya.***