493 Kasus Gigitan Rabies di Lampung, 149 Anjing dan Kucing Divaksin Gratis

KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN — Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat 493 kasus gigitan hewan penular rabies sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Angka tersebut mendorong pemerintah memperkuat pencegahan rabies. Salah satu caranya dengan mendatangi langsung pemukiman warga.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Mereka menggelar edukasi dan vaksinasi rabies gratis di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang. Tim turun ke lokasi pada Sabtu (3/10).

Petugas Jemput Bola Vaksinasi Rabies

Petugas menerapkan strategi jemput bola atau door to door. Mereka mendatangi rumah warga secara langsung.

Tim menyusuri sembilan dusun di Desa Legundi. Petugas memberikan edukasi tentang kesehatan hewan kepada pemilik.

Mereka juga menyuntikkan vaksin rabies kepada hewan peliharaan. Cara ini membantu petugas menjangkau lebih banyak warga.

Tim berhasil memberikan vaksin kepada 149 ekor hewan peliharaan. Jumlah tersebut terdiri atas 81 anjing dan 68 kucing.

Kegiatan tersebut juga memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day). Acara ini sekaligus memeriahkan Hari Karantina Indonesia ke-149.

493 Kasus Gigitan Rabies Jadi Perhatian

Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, menilai pengendalian rabies membutuhkan kerja sama semua pihak.

Pemerintah membutuhkan dukungan petugas lapangan dan masyarakat. Pemilik hewan juga harus ikut menjaga kesehatan peliharaannya.

“Kita harus bersama-sama membantu Pemerintah Provinsi Lampung memberantas rabies. Pemerintah, petugas, dan masyarakat wajib bergotong royong melakukan upaya pencegahan ini,” tegas Donni.

Donni mengatakan timnya menggunakan pendekatan berbeda di Lampung Selatan. Sebelumnya, petugas lebih sering memusatkan kegiatan vaksinasi di Bandar Lampung.

Kali ini mereka turun langsung ke pemukiman warga. Petugas mendatangi rumah demi rumah untuk memberikan layanan kesehatan hewan.

BACA JUGA :  HARPELNAS 2026, Adira Finance Bandar Jaya Beri Promo dan Apresiasi untuk Pelanggan

“Selama ini kegiatan fokus di Bandar Lampung. Kali ini kami membawa pendekatan berbeda dengan mendatangi rumah warga secara langsung (door to door),” ujarnya.

Donni menyebut Lampung Selatan memiliki potensi kasus yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, pihaknya ingin mendekatkan layanan kesehatan hewan kepada masyarakat.

PDHI Dorong Vaksinasi Rabies Rutin

Ketua PDHI Lampung, Anwar Fuadi, mengatakan vaksinasi membantu memutus rantai penularan rabies.

Namun, pemilik hewan tidak boleh berhenti setelah mengikuti vaksinasi. Mereka harus menjaga kesehatan hewan dan melakukan pengawasan secara rutin.

“Masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi bukan sekadar agenda seremoni hari ini. Hewan peliharaan wajib dijaga kesehatannya dan mendapat vaksinasi secara rutin,” ujar Anwar.

Anwar juga mengingatkan pemilik untuk memperhatikan perubahan perilaku hewan. Pemilik harus segera mencari bantuan tenaga kesehatan hewan jika menemukan gejala yang tidak biasa.

Warga Perlu Waspadai Gigitan Hewan

Karantina Lampung mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies. Pemilik hewan perlu memeriksa kondisi peliharaan secara berkala.

Warga juga harus segera melapor ketika terjadi kasus gigitan hewan. Petugas dapat melakukan langkah penanganan lebih cepat melalui laporan tersebut.

Pemilik juga perlu melapor jika melihat hewan dengan perilaku yang tidak biasa. Langkah cepat dapat membantu mencegah risiko penularan rabies.

Target Bukan Sekadar 149 Hewan

Donni menegaskan bahwa tim tidak hanya mengejar jumlah hewan yang menerima vaksin. Mereka juga ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan rabies.

Strategi door to door membantu petugas berinteraksi langsung dengan pemilik hewan. Petugas dapat menyampaikan informasi sekaligus menjawab pertanyaan warga.

“Target kami bukan hanya memvaksinasi 149 hewan pada hari ini, melainkan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat,” kata Donni.

Ia berharap masyarakat terus bekerja sama dengan pemerintah. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan rabies di Lampung.

BACA JUGA :  Dinas KPTPH Gelar Pelatihan Petugas Data Statistik Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tingkat Kecamatan dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung

“Jika masyarakat dan pemerintah bergerak beriringan, pencegahan rabies di Lampung akan jauh lebih kuat,” pungkasnya.***