Ruang Pangan Selamatkan Pangan Berlebih dari Pasar Tugu dan Gintung, Tekan Food Waste di Bandar Lampung

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Ruang Pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (KPTPH) Provinsi Lampung terus menggerakkan program “Stop Boros Pangan” di Bandar Lampung.

Kali ini, tim Ruang Pangan menjalankan kegiatan gleaning di Pasar Tugu dan Pasar Gintung. Tim menyisir area pasar untuk mencari bahan pangan berlebih yang masih memiliki nilai guna.

Team Public Relations Ruang Pangan, Khanum Nuraini Dameria, menjelaskan kegiatan tersebut saat berbincang dengan Krakatoa.id di markas Ruang Pangan, Kedamaian, Bandar Lampung, Sabtu, 3 Oktober 2026.

“Kegiatan hari ini Ruang Pangan ada kegiatan gleaning, yaitu menyelamatkan dan mengumpulkan bahan pangan berlebih dari pasar. Ada dua pasar, yaitu Pasar Tugu dan Pasar Gintung,” kata Khanum.

Ruang Pangan Pilah Pangan dalam Tiga Kategori

Setelah menyisir pasar, tim Ruang Pangan membawa bahan pangan yang mereka temukan untuk proses pemilahan.

President Ruang Pangan, Alya Adi Andrajati, mengatakan tim membagi pangan ke dalam tiga kategori berdasarkan kondisi dan cara pemanfaatannya.

“Untuk kegiatan gleaning itu mekanismenya adalah kita mengumpulkan, kemudian kita bagi menjadi tiga kategori,” ujar Alya.

Kategori pertama mencakup bahan pangan yang masih layak konsumsi. Tim membersihkan dan mengolah bahan tersebut sebelum membagikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kategori kedua mencakup pangan yang sudah tidak cukup layak untuk dibagikan secara langsung, tetapi masih memungkinkan untuk dikonsumsi. Tim akan mengolah kembali pangan tersebut sebelum menggunakannya.

“Kemudian yang kedua itu adalah pangan yang mungkin tidak layak, tapi masih bisa dikonsumsi. Kita akan mengolahnya kembali,” jelas Alya.

Kategori ketiga mencakup bahan pangan yang sudah tidak layak untuk konsumsi. Tim mengolah bahan tersebut menjadi kompos dan ekoenzim.

BACA JUGA :  Peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2023, Pemprov Lampung Ajak Masyarakat Stop Boros Pangan

Cara tersebut membuat tim tidak langsung membuang bahan pangan yang tersisa di pasar. Mereka terlebih dahulu memeriksa kondisi setiap bahan dan mencari cara pemanfaatan yang tepat.

Jeruk hingga Kangkung Lolos dari Tempat Sampah

Dalam penyisiran di Pasar Tugu dan Pasar Gintung, tim menemukan berbagai bahan pangan segar.

Tim membawa beberapa jenis buah, seperti jeruk, semangka, melon, dan jeruk peras.

Mereka juga menemukan sejumlah sayuran, antara lain daun sop, wortel, bayam, kangkung, dan pare.

Bahan-bahan tersebut menunjukkan bahwa pangan yang tersisa di pasar belum tentu menjadi sampah. Dengan penanganan yang tepat, masyarakat masih bisa memanfaatkan sebagian besar bahan tersebut.

Tim Ruang Pangan kemudian menentukan tujuan setiap bahan sesuai kondisinya. Mereka menyalurkan pangan yang masih bagus kepada masyarakat, mengolah pangan yang masih memungkinkan untuk konsumsi, dan mengolah sisa pangan menjadi kompos atau ekoenzim.

Stop Boros Pangan Dimulai dari Piring Sendiri

Ruang Pangan mengajak masyarakat ikut mengurangi food waste melalui kebiasaan sederhana di rumah maupun saat makan di luar.

Alya mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil makanan secara berlebihan.

“Pangan yang masih bagus ini tidak boleh berakhir di tempat sampah, dan akan segera disalurkan agar lebih bermanfaat. Mari kita bersama-sama kurangi food waste. Mulai dari piring kita sendiri, ambil secukupnya, dan habiskan!” kata Alya.

Gerakan Stop Boros Pangan tidak berhenti pada kegiatan penyelamatan pangan di pasar. Ruang Pangan juga mendorong masyarakat mengubah kebiasaan sehari-hari.

Masyarakat bisa memulai langkah tersebut dari piring sendiri. Ambil makanan sesuai kebutuhan, habiskan makanan yang sudah diambil, dan simpan makanan yang masih layak untuk konsumsi berikutnya.

Melalui kegiatan gleaning, Ruang Pangan menunjukkan bahwa masyarakat bisa mengambil peran dalam mengurangi pemborosan pangan. Pangan berlebih dari pasar masih bisa memberi manfaat ketika masyarakat mengelolanya dengan tepat.

BACA JUGA :  Sampah Makanan di Lampung Capai Ancaman Serius, Warga Diminta Hentikan Kebiasaan Boros Pangan

Ruang Pangan bersama Dinas KPTPH Provinsi Lampung pun terus mengoptimalkan kendaraan “Stop Boros Pangan” untuk menggerakkan upaya pengurangan food waste di Lampung.***