Ekonomi Lampung Ditargetkan Tumbuh 9 Persen, Desa Jadi Kunci

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mengandalkan potensi desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 8–9 persen pada tahun mendatang. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai sektor pertanian, pengembangan usaha lokal, dan pemberdayaan masyarakat dapat memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

Mirza menyampaikan strategi tersebut saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Horison, Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Menurut Mirza, desa memegang peranan penting dalam perekonomian Lampung. Sekitar 70 persen penduduk provinsi ini tinggal di desa dan banyak warga menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mirza menyoroti aliran uang dari desa ke kota yang membuat aktivitas ekonomi di perdesaan belum berkembang secara optimal.

Karena itu, Pemprov Lampung ingin mendorong masyarakat mengembangkan usaha di daerahnya sendiri. Pemerintah juga mengajak berbagai elemen masyarakat memperkuat kegiatan ekonomi lokal agar manfaatnya menjangkau lebih banyak warga.

Hilirisasi Pertanian Buka Peluang Usaha Baru

Lampung memiliki komoditas unggulan seperti singkong, padi, dan jagung. Menurut Mirza, masyarakat dapat memaksimalkan potensi tersebut melalui hilirisasi atau pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

Pengolahan komoditas di tingkat lokal dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan petani. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi dari proses pengolahannya.

Mirza menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat untuk menjalankan strategi tersebut. Ia secara khusus mengajak LPM membantu pemerintah memahami kebutuhan warga dan menggerakkan partisipasi masyarakat.

“Pemerintah hanya berfungsi sebagai pendorong dan penginisiasi. Oleh karena itu, salah satu cara adalah berkolaborasi dengan sebanyak-banyaknya komponen masyarakat, termasuk LPM,” kata Mirza.

BACA JUGA :  Bersholawat Bersama Masyarakat: Mirza-Jihan Siap Memajukan Lampung Utara

Melalui kerja sama itu, Pemprov Lampung berharap masyarakat dapat mengembangkan potensi ekonomi sesuai kebutuhan dan keunggulan daerah masing-masing.

Pemprov Lampung Dorong Produktivitas 2.000 Desa

Pemprov Lampung menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ekonomi perdesaan. Program tersebut mencakup produksi pupuk organik, penyediaan alat pengering hasil panen, pelatihan pemuda, dan pembangunan jalan lingkungan.

Salah satu program mendorong warga memproduksi pupuk organik secara mandiri di 2.000 desa. Inisiatif ini mengajak masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan pertanian.

Pemprov Lampung juga menyiapkan 500 unit pengering hasil panen atau bed dryer. Petani dapat memanfaatkan peralatan tersebut untuk menjaga kualitas hasil panen dan mengurangi risiko kerugian akibat penanganan pascapanen yang kurang optimal.

Di sektor pengembangan sumber daya manusia, pemerintah menyiapkan pelatihan inovasi bagi ribuan pemuda desa. Program ini bertujuan mendorong generasi muda mengembangkan keterampilan, menciptakan gagasan baru, dan membangun peluang usaha di daerahnya.

Pemprov Lampung juga mengajak kelompok masyarakat membangun jalan lingkungan melalui pola swakelola. Dengan pendekatan ini, warga ikut mengerjakan proyek pembangunan sekaligus menjaga infrastruktur yang telah mereka bangun.

Langkah tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk berperan langsung dalam pembangunan desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.

Program Pendidikan Perkuat Masa Depan Desa

Pemprov Lampung turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz.

Melalui program Satu Desa Satu Sarjana, pemerintah ingin memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat perdesaan. Sementara itu, program Satu Desa Satu Hafiz mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan.

Kedua program tersebut melengkapi upaya pemerintah dalam membangun desa. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, pemerintah ingin memperkuat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat mampu menghadapi tantangan masa depan.

BACA JUGA :  Gubernur Mirza Dukung Iwapi dalam Pemberdayaan Perempuan Pengusaha dan UMKM di Lampung

Mirza optimistis bahwa kolaborasi pemerintah, LPM, dan masyarakat dapat membantu Lampung mengembangkan potensi ekonomi daerah. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Lampung berpotensi mencapai 8–9 persen pada tahun mendatang.

Gubernur Ajak LPM Perkuat Kemitraan Pembangunan

Ketua Umum DPP LPM RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai LPM memiliki posisi penting dalam pembangunan karena pengurusnya berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Doli mengajak pengurus LPM di berbagai daerah memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membantu pemerintah menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan warga sekaligus mendorong partisipasi masyarakat.

“Secara historis dan fungsional, LPM lahir untuk berada di tengah masyarakat desa. Posisi LPM bukan sebagai subordinat, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” jelas Doli.

Ia juga mendorong LPM berperan aktif dalam menangani persoalan sosial. Doli mengajak pengurus LPM bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memerangi penyalahgunaan narkoba serta mencegah kekerasan terhadap anak.

Melalui Musda DPD LPM Provinsi Lampung, pemerintah dan LPM memperkuat harapan untuk membangun kemitraan yang lebih erat. Kerja sama ini diharapkan membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan desa.

Dengan mengoptimalkan sektor pertanian, meningkatkan keterampilan warga, dan memperkuat partisipasi masyarakat, Lampung berupaya menjadikan desa sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.***