Kasus TBC Lampung capai 30.745. Wamenkes RI turun ke Bandar Lampung untuk percepat deteksi dan penanganan.
KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Kasus tuberkulosis (TBC) di Lampung terus meningkat. Hingga April 2026, jumlahnya mencapai 30.745 kasus.
Sementara itu, Kota Bandar Lampung mencatat sekitar 5.800 kasus. Oleh karena itu, pemerintah pusat langsung bergerak cepat.
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus datang ke Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026). Selain itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela turut mendampingi kunjungan tersebut.
Wamenkes Cek Langsung Layanan Kesehatan
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Puskesmas Way Halim. Mereka mengecek fasilitas dan kesiapan tenaga kesehatan.
Di lokasi, Wamenkes berdialog langsung dengan tenaga medis. Ia juga mengamati proses penanganan pasien.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya deteksi dini. Tenaga kesehatan harus aktif menemukan kasus di lapangan.
Strategi Jemput Bola Tekan Penularan
Untuk itu, Wamenkes meminta petugas turun langsung ke masyarakat. Mereka harus mencari kasus secara aktif.
Kemudian, petugas melacak keluarga dan lingkungan pasien. Langkah ini membantu memutus rantai penularan.
Selain itu, ia mendorong kader kesehatan desa bergerak lebih aktif. Kader dapat menemukan kasus lebih cepat.
Tidak hanya itu, kader juga memberi edukasi kepada warga. Mereka ikut mendampingi pasien selama pengobatan.
Hoaks Imunisasi Hambat Pencegahan
Namun, Wamenkes juga menyoroti kasus campak di Lampung. Ia melihat cakupan imunisasi belum merata.
Selain itu, ia menilai hoaks memicu penolakan imunisasi. Kondisi ini menghambat pencegahan penyakit.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Kesehatan menggandeng Majelis Ulama Indonesia. Mereka memperkuat edukasi melalui tokoh agama.
Dengan demikian, pemerintah ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.
Pemprov Lampung Percepat Penanganan
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan komitmen pemerintah daerah. Pemprov Lampung akan memperkuat program kesehatan.
Selain itu, pemerintah meningkatkan surveilans penyakit dan cakupan imunisasi. Mereka juga memperluas edukasi masyarakat.
Kemudian, Pemprov mendorong kerja sama lintas sektor. Mereka juga menambah dukungan anggaran kesehatan.
Target Tekan Kasus TBC
Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat kolaborasi. Mereka menargetkan penurunan kasus TBC.
Selain itu, masyarakat perlu berperan aktif. Warga harus segera memeriksakan diri saat muncul gejala.
Di sisi lain, pasien harus patuh menjalani pengobatan. Langkah ini penting untuk mencegah penularan.
Dengan langkah cepat dan kerja sama kuat, Lampung berpeluang menekan TBC. Pada akhirnya, target eliminasi menjadi lebih realistis.***






