Garap Pelabuhan Sedalam 24 Meter, Kawasan Industri Katibung Siap Tampung Kapal Tanker Raksasa VLCC

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Kecamatan Katibung di Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi maritim yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan keunggulan geografis tersebut untuk menarik investasi raksasa. Secara nyata, kawasan ini akan menjadi pusat Kawasan Industri Energi Strategis Terintegrasi yang baru.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meresmikan langkah awal proyek ini melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Studi Kelayakan Pembangunan Multiklaster. Dalam agenda tersebut, ia bekerja sama dengan Direktur Utama PT Menamas Bakti, S. Luddin, di Ruang Kerja Gubernur pada Jumat, 5 Juni 2026.

Kedalaman Laut Katibung Mampu Pangkas Biaya Logistik

Pemilihan Katibung sebagai pusat energi nasional tentu tidak terjadi tanpa alasan yang matang. Faktanya, wilayah ini memiliki pelabuhan alami yang unik dengan kedalaman air mencapai sekitar 24 meter.

Kondisi alam yang istimewa ini memungkinkan kapal tanker berukuran sangat besar atau Very Large Crude Carrier (VLCC) untuk bersandar secara langsung. Tentu saja, kehadiran kapal raksasa ini akan meningkatkan efisiensi distribusi energi global. Selain itu, fasilitas maritim tersebut juga efektif menekan biaya logistik industri secara signifikan.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa studi kelayakan merupakan tahapan penting untuk mengawali megaproyek ini. Sebab, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh proses pembangunan berjalan secara terukur sejak awal.

Siapkan Kilang Minyak Kapasitas 300 Ribu Barel Per Hari

Pada tahap awal pembangunan, kawasan industri strategis ini akan dilengkapi dengan fasilitas kilang minyak yang sangat besar. Kilang modern tersebut memiliki proyeksi kapasitas produksi hingga 300.000 barel per hari. Nantinya, fasilitas ini akan menghasilkan berbagai produk energi penting, seperti:

• Bahan Bakar Kendaraan: Memproduksi bensin dan LPG untuk kebutuhan masyarakat.
• Bahan Bakar Penerbangan: Menghasilkan jet fuel berkualitas tinggi secara mandiri.
• Komoditas Industri: Menyediakan aspal, nafta, hingga fuel oil skala besar.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Tekankan Peran Strategis ASN dan Penguatan Ekonomi Desa dalam Apel Mingguan

Di sisi lain, proyek ini juga mendapatkan dukungan finansial yang sangat kuat dari lembaga keuangan global. Direktur Utama PT Menamas Bakti, S. Luddin, mengungkapkan bahwa pendanaan proyek telah mendapatkan jaminan dari Samko Holdings Luxembourg Ltd. Bahkan, kesiapan teknologi dan jaringan pemasaran internasional juga sudah matang secara matang.

Integrasikan Bioetanol Pertanian untuk Turunkan Emisi Karbon

Selain fokus pada penguatan ketahanan energi, investasi ini juga sangat peduli pada aspek kelestarian lingkungan. Pihak pengembang akan mengintegrasikan fasilitas produksi bioetanol di dalam kawasan industri. Bahan bakar hijau tersebut akan menjadi campuran bahan bakar minyak konvensional agar lebih ramah lingkungan.

Penggunaan teknologi bioetanol ini berpotensi besar menurunkan emisi karbon daerah hingga mencapai 60 persen. Bahkan, program ini juga membuka peluang emas bagi perluasan pasar komoditas pertanian lokal sebagai bahan baku utama.

Kesimpulannya, pembangunan Kawasan Industri Katibung akan mengubah wajah ekonomi maritim Lampung. Melalui dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi, proyek ini tidak hanya memperkuat investasi nasional. Namun, kehadiran industri ini juga menghadirkan manfaat nyata berupa pembukaan lapangan kerja baru serta pertumbuhan usaha mikro bagi masyarakat sekitar.***