Kuasai Pasar Ternak, Lampung Timur Rajai Pemotongan Sapi Terbanyak se-Provinsi

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Aktivitas perdagangan ternak kurban di Provinsi Lampung menunjukkan pertumbuhan yang sangat luar biasa. Berdasarkan data penjualan terbaru, pergerakan bisnis sapi pada tahun 2026 mampu mencapai 60.429 ekor. Angka ini mencatat kenaikan tajam sebesar 40,15 persen jika kita membandingkannya dengan tahun 2025 yang hanya berjumlah 43.116 ekor.

Menurut data resmi pemerintah, lonjakan transaksi ini terjadi akibat tingginya permintaan pasar. Hal tersebut mencakup perdagangan ternak antarprovinsi maupun pergerakan jual beli antarkabupaten di dalam wilayah Lampung sendiri.

Lampung Timur Berhasil Mengalahkan Dominasi Daerah Lain

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, drh. Lili Mawarti, M.Si., IPU, memaparkan peta sebaran pemotongan hewan kurban. Faktanya, Kabupaten Lampung Timur sukses menempati urutan pertama sebagai wilayah dengan konsumsi kurban sapi paling tinggi.

“Lampung Timur tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemotongan sapi terbanyak, yakni 4.397 ekor,” jelas Lili Mawarti saat memberikan keterangan resmi.

Keberhasilan Lampung Timur ini diikuti oleh beberapa kabupaten dan kota besar lainnya di Provinsi Lampung. Sebagai gambaran, berikut adalah peta persaingan wilayah pemotongan sapi terbaik tahun ini:

• Peringkat Kedua: Kabupaten Lampung Tengah menyusul ketat dengan jumlah pemotongan sebanyak 4.189 ekor sapi.
• Peringkat Ketiga: Kabupaten Lampung Selatan menyumbang angka pemotongan sebanyak 3.163 ekor sapi.
• Peringkat Keempat: Kota Bandar Lampung ikut mendominasi dengan menyalurkan sebanyak 2.413 ekor sapi.

Tren Konsumsi Domba Mengalami Lonjakan Paling Fantastis

Di sisi lain, perubahan perilaku masyarakat dalam memilih hewan kurban juga terlihat sangat kontras. Sebab, komoditas domba mencatat lonjakan persentase kenaikan yang paling tinggi dan sangat fantastis di seluruh wilayah Lampung.

Secara rinci, pemotongan domba melonjak tajam sebesar 147,80 persen. Jumlahnya meningkat drastis dari 1.067 ekor pada tahun 2025 menjadi 2.644 ekor pada tahun 2026. Selanjutnya, komoditas kerbau juga ikut meroket sebesar 109,21 persen dengan total pemotongan mencapai 159 ekor.

BACA JUGA :  Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

Sementara itu, komoditas kambing tetap kokoh berdiri sebagai raja kurban secara volume global. Tahun ini, total pemotongan kambing di Lampung menyentuh angka 89.681 ekor, atau tumbuh sebesar 15,02 persen.

Kesimpulannya, dinamika pasar ternak tahun ini membawa dampak positif bagi roda perekonomian daerah Lampung. Oleh karena itu, total akumulasi pemotongan semua jenis hewan kurban sukses menembus 117.470 ekor. Tentu saja, data ini membuktikan bahwa Lampung tidak hanya kuat sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga unggul dalam sektor daya beli ternak.***