Yayasan Xaverius Tanjungkarang Targetkan Seluruh Sekolah Deklarasikan Sekolah Ramah Anak pada 2027

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, RD Andreas Sutrisno, menegaskan komitmen yayasan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Dalam hal ini, program Sekolah Ramah Anak (SRA) menjadi strategi utama untuk menghadirkan sekolah yang nyaman, inklusif, dan berpusat pada tumbuh kembang peserta didik.

Sementara itu, RD Andreas menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Deklarasi TK, SD, dan SMP Xaverius Way Halim Permai Bandar Lampung sebagai Sekolah Ramah Anak pada Rabu, 1 April 2026.

Pada acara tersebut, ribuan siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan tamu undangan tampak memadati halaman Komplek Xaverius Way Halim Permai Bandar Lampung. Melalui deklarasi itu, Yayasan Xaverius Tanjungkarang bermaksud memperkuat budaya sekolah yang menghormati hak-hak anak. Selain itu, gerakan ini bertujuan nyata untuk mencegah kekerasan, perundungan, dan diskriminasi di lingkungan pendidikan.

Bukan Sekadar Agenda Seremonial Belaka

Romo Sutris menegaskan bahwa deklarasi Sekolah Ramah Anak bukan sekadar kegiatan simbolis. Oleh karena itu, Yayasan Xaverius Tanjungkarang bersama seluruh unit sekolah menjalankan deklarasi tersebut sebagai bentuk komitmen nyata. Dengan demikian, mereka dapat fokus menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

“Deklarasi ini bukan hanya sebuah seremonial. Namun, ini merupakan komitmen nyata dari sekolah dan Yayasan Xaverius Tanjungkarang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpusat pada perkembangan peserta didik,” ujar Romo Sutris.

Selaras dengan Rencana Strategis Jangka Panjang

Lebih lanjut, Yayasan Xaverius Tanjungkarang menjalankan komitmen tersebut sesuai Rencana Strategis Yayasan Xaverius Tanjungkarang 2023–2028. Adapun rencana strategis ini mengusung visi menjadi yayasan dan sekolah Xaverius yang unggul, transformatif, dan berkesinambungan.

Selanjutnya, dalam misi pertamanya, Yayasan Xaverius Tanjungkarang mendorong seluruh sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, salah satu langkah konkret yang diambil yayasan ialah mengembangkan program Sekolah Ramah Anak di seluruh unit pendidikan.

BACA JUGA :  Angka Perkawinan di China Anjlok ke Titik Terendah dalam Sejarah

“Kami mendorong seluruh unit sekolah di lingkungan Yayasan Xaverius untuk meningkatkan status menjadi Sekolah Ramah Anak. Jadi, sekolah harus menjunjung tinggi keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan peserta didik. Bahkan, kami menargetkan seluruh sekolah Xaverius mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak pada tahun 2027,” tegasnya.

Sekolah Sebagai Rumah Kedua yang Penuh Kasih

Di sisi lain, Romo Sutris menjelaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu saja. Sebab, sekolah juga harus membantu anak bertumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Oleh karena itu, seluruh warga sekolah perlu membangun lingkungan belajar yang aman. Terlebih lagi, lingkungan tersebut harus inklusif serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

“Melalui deklarasi ini kita menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapat penghargaan dan perlindungan. Oleh sebab itu, setiap anak berhak mengutarakan suaranya dan setiap anak berhak tumbuh dalam suasana penuh kasih,” katanya.

Sebagai tambahan, ia juga menilai nilai-nilai humanis, disiplin, jujur, cerdas, dan melayani yang menjadi identitas pendidikan Xaverius sangat selaras dengan prinsip SRA. Dengan demikian, nilai-nilai tersebut mendorong sekolah agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan menjunjung martabat manusia.

Pada kesempatan yang sama, Romo Sutris mengajak guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik untuk menjaga semangat Sekolah Ramah Anak. Pada akhirnya, ia berharap seluruh warga sekolah menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang penuh kasih.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua guru, tenaga pendidikan, orang tua, dan seluruh siswa untuk bersama-sama mewujudkan sekolah ini sebagai rumah kedua yang penuh kasih,” pungkasnya.***