KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Menyambut dinamika sosial dan politik yang kian meningkat di berbagai daerah, Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar istighosah dan doa bersama secara serentak di 20 kecamatan pada Minggu, 31 Agustus 2025. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga bentuk ajakan moral untuk memperkuat persatuan dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Dengan melibatkan ribuan warga dari berbagai lapisan, istighosah diwarnai pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, shalawat, dan doa yang dipimpin oleh tokoh-tokoh agama dan ulama setempat. Di tengah suasana yang khusyuk, para jamaah memanjatkan doa agar Indonesia terhindar dari perpecahan, konflik sosial, serta bencana yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
“Gejolak dan dinamika di berbagai daerah akhir-akhir ini menjadi perhatian kita semua. Sore ini kita satukan hati, berdoa, dan memperkuat spiritualitas bersama,” ujar Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh para camat di masing-masing kecamatan.
Wali Kota menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat, terlebih menjelang tahun politik 2026 yang diprediksi akan membawa suhu sosial dan komunikasi publik semakin memanas.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab kita semua. Jangan mudah terprovokasi. Mari utamakan dialog, musyawarah, dan jauhi kekerasan atau tindakan anarkis. Kedamaian adalah fondasi pembangunan,” tegasnya.
Tak hanya dimaknai secara religius, kegiatan istighosah juga menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat ukhuwah islamiyah dan solidaritas sosial antarwarga. Dalam suasana yang penuh empati, masyarakat lintas usia dan profesi duduk bersama, menyatukan doa dan harapan.
Kegiatan ini turut diikuti oleh tokoh masyarakat, pengurus masjid, organisasi keagamaan, pelajar, pemuda, hingga aparatur kelurahan. Ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menghadapi tantangan bangsa secara lebih tenang, cerdas, dan bermartabat.
Selain membangun ketenangan batin, istighosah ini juga menjadi seruan moral kepada seluruh elemen masyarakat untuk menolak politisasi identitas, menyebarkan hoaks, serta ujaran kebencian yang kerap muncul menjelang pemilu.
“Kita ingin Bandar Lampung menjadi contoh daerah yang matang secara demokrasi, kuat secara spiritual, dan rukun dalam keberagaman,” ujar salah satu tokoh agama, Ustaz H. Saiful Rahman, yang memimpin doa bersama di Kecamatan Kedaton.
Dengan penyelenggaraan istighosah secara masif dan serentak, Pemkot Bandar Lampung berharap masyarakat semakin sadar bahwa kedamaian dan persatuan adalah tanggung jawab bersama. Doa menjadi senjata pertama, tetapi aksi nyata menjaga kebersamaan adalah kunci keberlanjutan bangsa.***





