Bulog Lampung Intensif Serap Gabah Petani Selama Ramadan, Target 430 Ribu Ton GKP pada 2026

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung terus melaksanakan penyerapan gabah petani secara intensif selama bulan Ramadan sebagai bagian dari penugasan pemerintah dalam rangka penguatan cadangan pangan nasional.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan pihaknya bersama seluruh jajaran tetap berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah secara maksimal, termasuk pada periode bulan puasa.

“Program penyerapan ini merupakan bagian dari target nasional pengadaan sebesar empat juta ton, dengan target khusus untuk Kanwil Lampung pada 2026 sebesar 430 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 253 ribu ton beras,” ujar Rindo dalam siaran pers yang diterima Krakatoa.id, Sabtu (28/2/2026).

Memasuki bulan Ramadan, aktivitas penyerapan gabah tetap berjalan optimal melalui Tim Jemput Pangan yang secara aktif turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembelian dari petani di berbagai wilayah kerja.

Menurut Rindo, langkah tersebut menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap terjaga. Bulog memberikan kepastian harga melalui pembelian GKP sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

Hingga saat ini, capaian pengadaan gabah Bulog Kanwil Lampung telah mencapai 101 ribu ton GKP atau sekitar 25,58 persen dari target 2026. Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, mitra penggilingan, serta kelompok tani di wilayah Lampung.

Bulog juga mengimbau seluruh petani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk menjual hasil panennya kepada Bulog dengan ketentuan gabah telah memasuki usia panen sesuai standar.

“Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah,” tutup Rindo.***

BACA JUGA :  Gencarkan Pengawasan Pangan, Pemerintah Provinsi Lampung Dorong Masyarakat Cek Kemasan dan Label Produk