Pemuda Katolik Lampung Siap Jadi Garda Depan Pengawasan Pemilu

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG -– Di tengah tantangan hoaks, politik uang, dan polarisasi identitas, Pemuda Katolik Komda Lampung mengambil langkah tegas dengan menawarkan model pengawasan pemilu berbasis generasi muda kepada Bawaslu Provinsi Lampung.

Dalam audiensi pada Rabu (29/4), Pemuda Katolik memperkenalkan Formula ACTION sebagai strategi konkret untuk memperkuat pengawasan pemilu. Pendekatan ini menggabungkan edukasi, teknologi digital, dan kekuatan komunitas. Dengan langkah ini, masyarakat dapat berperan langsung dalam menjaga kualitas demokrasi.

Ketua Komda Lampung, Falentinus Andi, menegaskan pentingnya peran generasi muda.
“Anak muda harus ikut mengawasi. Kami hadir membawa gerakan nyata agar demokrasi tetap sehat,” ujarnya.

Pemuda Bergerak, Pengawasan Menguat

Pemuda Katolik mendorong edukasi pemilih pemula melalui jaringan sekolah dan kampus. Selain itu, mereka menggerakkan komunitas untuk mengawasi praktik politik uang dan politisasi SARA.

Di ruang digital, tim Pemuda Katolik menjalankan kampanye kreatif untuk melawan hoaks dan disinformasi. Dengan cara ini, mereka mengubah media sosial menjadi alat pengawasan publik.

Organisasi ini juga menyiapkan kader melalui program P2P agar mereka dapat bertugas sebagai relawan pemantau pemilu. Di sisi lain, mereka membangun dialog lintas iman untuk menjaga stabilitas sosial selama tahapan pemilu.

Bawaslu Perkuat Kolaborasi

Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar, menyambut inisiatif tersebut dan mendorong kolaborasi yang lebih luas. Ia menilai keterlibatan pemuda mampu memperkuat pengawasan hingga ke tingkat masyarakat.

“Partisipasi publik menjadi kunci. Kami akan melibatkan lebih banyak pemuda dalam program pengawasan,” tegasnya.

Bawaslu Lampung juga menyiapkan langkah lanjutan, seperti penyusunan Nota Kesepahaman (MoU), pembinaan kader, dan pengembangan program Sekolah Politik dan Demokrasi.

Aksi Nyata Menuju Demokrasi Berkualitas

Audiensi ini mendorong perubahan dari sekadar diskusi menjadi aksi nyata. Pemuda Katolik mengambil peran sebagai mitra strategis sekaligus penggerak pengawasan partisipatif.

BACA JUGA :  Optimalkan Potensi Daerah untuk Kemandirian Ekonomi Kader dan Organisasi, Pemuda Katolik Lampung Gelar Kursus Kepemimpinan Menengah

Ke depan, kolaborasi ini akan memperkuat budaya demokrasi yang transparan dan inklusif. Sinergi antara pemuda dan lembaga pengawas akan menjaga integritas pemilu serta meningkatkan kepercayaan publik di Lampung.***