Amankan Stok 306 Ribu Ton Beras, BULOG Lampung Percepat Penyaluran SPHP dan Bantuan Pangan

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung terus memperkuat berbagai upaya stabilisasi pangan nasional. Secara nyata, mereka melakukan percepatan penyaluran Bantuan Pangan kepada masyarakat luas. Selain itu, BULOG juga menggelontorkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga keterjangkauan harga beras di pasar tradisional pada Minggu, 7 Juni 2026.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh menjaga ketahanan pangan masyarakat. Oleh karena itu, BULOG terus mengoptimalkan berbagai instrumen intervensi pangan. Langkah strategis ini efektif untuk menjaga keseimbangan pasokan dan mengontrol harga di tingkat konsumen.

BULOG Lampung Kuasai Ratusan Ribu Ton Beras di Gudang

Untuk mendukung kesuksesan program tersebut, BULOG Lampung memastikan ketersediaan cadangan pangan berada dalam posisi yang sangat aman. Faktanya, pasokan yang mereka miliki saat ini melimpah ruah dan siap pakai.

“Hingga awal Juni 2026, BULOG Kanwil Lampung menguasai stok beras sebanyak 306.583 ton. Stok melimpah ini tersebar di sejumlah gudang BULOG di Provinsi Lampung,” ujar Rindo Safutra saat memberikan keterangan resmi.

Rindo Safutra menambahkan bahwa ketersediaan stok yang kuat ini menjadi modal utama pemerintah daerah. Tentu saja, cadangan tersebut akan mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan serta pelaksanaan program SPHP secara berkala bagi masyarakat Lampung.

Sejuta Lebih Warga Lampung Telah Menerima Bantuan Pangan

Berdasarkan data realisasi hingga 7 Juni 2026, penyaluran Bantuan Pangan di lapangan menunjukkan progres yang sangat cepat. Petugas telah mendistribusikan sebanyak 21.655.540 kilogram beras kepada masyarakat. Sejauh ini, sebanyak 1.082.777 Penerima Bantuan Pangan (PBP) telah menerima hak mereka secara langsung.

BULOG Lampung optimis dapat mencapai target total sebanyak 1.260.686 PBP di seluruh kabupaten dan kota. Selain membagikan komoditas beras, BULOG Kanwil Lampung juga telah menyalurkan Minyakita sebanyak 4.180.411 liter. Pemerintah menargetkan seluruh paket bantuan pangan ini dapat tersalurkan secara tuntas hingga akhir Juni 2026.

BACA JUGA :  Penguatan Daya Saing Tenaga Kerja Pariwisata, Pemkot Bandar Lampung Dorong Sertifikasi dan Pelatihan SDM

Percepatan distribusi ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap penguatan daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan. Bahkan, program bantuan ini juga membantu menekan fluktuasi harga pangan di tingkat pengecer.

Perluas Saluran Distribusi Beras SPHP ke Pasar dan Toko Ritel

Di sisi lain, BULOG Kanwil Lampung juga terus mengoptimalkan penggelontoran beras murah berkualitas. Hingga saat ini, BULOG Kanwil Lampung telah menyalurkan sebanyak 5.443.750 kilogram beras SPHP ke berbagai penjuru wilayah.

• Pihak BULOG menyalurkan beras SPHP tersebut melalui berbagai jaringan distribusi resmi pemerintah, antara lain:
• Pasar Tradisional dan Kios Pangan: Menjangkau konsumen langsung di pusat perbelanjaan rakyat.
• Gerakan Pangan Murah (GPM): Menyediakan operasi pasar murah berkala di tingkat kecamatan.
• Rumah Pangan Kita (RPK): Memanfaatkan jaringan agen pangkalan resmi milik masyarakat.
• Jaringan Pengecer Mitra Daerah: Bekerja sama dengan pedagang kecil yang mendapat pembinaan pemerintah daerah.

“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga murah. Oleh karena itu, kami mempercepat dan memperluas penyalurannya agar manfaatnya merata,” tambah Rindo Safutra secara tegas.

Jamin Cadangan Beras Pemerintah Aman dan Berkualitas Baik

Pemerintah menilai bahwa kombinasi antara Bantuan Pangan dan beras SPHP merupakan langkah konkrit yang sangat efektif. Melalui dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai, masyarakat Lampung tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan pangan di pasar.

BULOG Kanwil Lampung memastikan seluruh beras CBP yang mereka kelola berada dalam kondisi aman dan bermutu baik. Stok tersebut selalu siap pakai sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi nasional maupun penanganan kondisi darurat daerah.

Kesimpulannya, ketahanan pangan Provinsi Lampung berada dalam kondisi yang sangat kondusif. Oleh karena itu, BULOG mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying). Sebab, BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan pemerintah daerah akan terus bersinergi memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan warga terpenuhi dengan baik.***

BACA JUGA :  Arab Saudi Resmi Bergabung dengan Blok Rusia dan China: BRICS