Andalkan Modal Sendiri dan Lolos Audit Publik, KPRI Saptawa Lampung Buktikan Diri sebagai Koperasi Sehat

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – KPRI Saptawa Provinsi Lampung sukses mengukuhkan posisi sebagai lembaga keuangan yang mandiri. Sebab, hasil audit terbaru dari kantor jasa akuntan publik menyatakan koperasi ini berada dalam kondisi sangat sehat. Manajemen berhasil menjaga kekuatan ini di tengah tantangan ekonomi makro yang dinamis.

Kunci utama kekuatan finansial ini terletak pada penggunaan modal sendiri untuk sebagian besar kegiatan usaha. Alhasil, koperasi tidak memiliki ketergantungan pada pinjaman pihak ketiga. Koperasi ini juga sukses membukukan kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU) secara signifikan pada Tahun Buku 2025.

Pengawasan Profesional Cegah Risiko Keuangan

Ketua KPRI Saptawa, Syamsurizal, menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola keuangan. Oleh karena itu, pihaknya rutin melakukan pendampingan intensif bersama kantor jasa akuntan publik. Langkah strategis tersebut berhasil mengubah sistem pengelolaan koperasi menjadi semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Berkat manajemen risiko yang baik, KPRI Saptawa mampu memenuhi kewajiban perpajakan negara secara tepat waktu. Koperasi ini juga tetap lancar mendanai berbagai program sosial untuk seluruh anggotanya. Program tersebut meliputi bantuan anggota sakit, beasiswa anak berprestasi, hingga penyediaan kavling perumahan pegawai.

Pertumbuhan finansial yang sehat ini akhirnya memikat hati para Aparatur Sipil Negara (ASN) baru. Banyak pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung memutuskan untuk segera bergabung. Terbukti, jumlah anggota aktif per tahun 2025 melonjak tajam hingga mencapai 3.286 orang.

Pemerintah Daerah Apresiasi Kemandirian Finansial

Melihat prestasi keuangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Staf Ahli Gubernur, Yanyan Ruchyansyah, menyampaikan langsung pujian tersebut saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT). Agenda besar ini berlangsung di Gedung Pusiban pada Kamis (9/7/2026).

“Pemerintah Provinsi Lampung berharap kinerja KPRI Saptawa terus meningkat. Sehingga, mereka mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan sektor perkoperasian,” ujar Yanyan saat membacakan amanat Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Namun, Yanyan juga mengingatkan bahwa kekuatan finansial ini memerlukan dukungan penuh dari anggota. Oleh karena itu, ia meminta seluruh anggota untuk selalu menjaga kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban keuangan. Sebab, kepatuhan anggota menjadi pondasi utama yang menjaga roda bisnis koperasi agar tetap stabil.

BACA JUGA :  Diplomasi Budaya Perempuan Jadi Jembatan Ekonomi Kreatif Lampung ke Dunia Internasional

Sahkan Regulasi dan Bagi Keuntungan untuk Anggota

Dalam forum RAT ini, sebanyak 78 utusan OPD hadir untuk mewakili aspirasi seluruh anggota. Para peserta rapat resmi mengesahkan laporan pertanggungjawaban keuangan dari pengurus dan badan pengawas. Selain itu, peserta juga menyetujui pembaruan Standar Operasional Manajemen (SOM) serta Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sebagai penutup tahun buku yang sukses, KPRI Saptawa membagikan keuntungan tersebut kembali kepada anggota. Manajemen membagikan berbagai hadiah simpanan bernilai besar dan mengundi 10 paket umrah gratis. Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor jatuh kepada Detri Yuni dari Dinas Lingkungan Hidup.***