Khitanan Massal Lintas Agama PDKI Keuskupan Tanjungkarang Pererat Kerukunan Umat Beragama

# Dibaca: 495 pengunjung

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Paguyuban Devosan Kerahiman Ilahi (PDKI) “Santa Perawan Maria” Keuskupan Tanjungkarang menggandeng Alumni SMP Xaverius Teluk Betung suskses menggelar bakti sosial (baksos) Khitanan Massal Lintas Agama “Khitanan Ceria Peduli Sesama”. Kegiatan berlangsung di lapangan olahraga SMP Xaverius Teluk Betung, Jalan Hasanudin Teluk Betung Bandar Lampung, Jumat (8/7/2022).

Khitanan Ceria Peduli Sesama ini mengambil tema “Meraih Berkat Sang Kerahiman dan Kesalehan Sosial Kemanusiaan Dengan Berbagi dan Melayani” diikuti 125 anak asal Bandarlampung dari latar belakang agama yang berbeda.

Pamong PDKI “Santa Perawan Maria” Keuskupan Tanjungkarang Yohana Pujilatin menjelaskan khitanan ini memang lanjutan dari program PDKI yang terdahulu atas permintaan Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

“Tetapi sesungguhnya dasar yang melatar belakangi kami mengadakan khitanan ini adalah karena Allah Yang Maha Rahim begitu baik dan tak terbatas kasih-Nya kepada kita tanpa membedakan,” kata Yohana Pujilatin pada sambutan pembukaan kegiatan ini, Jumat (8/7/2022).

Menurutnya selama tiga tahun masa pandemi menjadi masa yang sangat mencekam bagi semua, bukan hanya warga Kota Bandarlampung, tetapi umat di seluruh dunia.

“Pengalaman pahit, suka dan duka dalam mendampingi dan momong para devosan se-Keuskupan Tanjungkarang bagi kami menjadikan sebuah memory yang tak terlupakan,” kenangnya.

Ditegaskan Yohana Pujilatin, meskipun suasana pandemi, PDKI Keuskupan Tanjungkarang tetap melayani dari jarak jauh, diantaranya berbagi masker, nasi bungkus, sembako, pakaian layak pakai, hingga minyak goreng.

“Selama pandemi kami bergerak hanya dalam pelayanan belas kasih, baik untuk yang terdampak covid-19, masyarakat umum lebih-lebih duafa di jalan-jalan. Setelah pandemi berlalu, mereda bahkan hampir menghilang dan semoga hilang sama sekali, kami bisa bernafas lega,” katanya.

Maka sebagai ungkapan syukur atas rahmat Tuhan, lanjut Yohana Pujilatin, PDKI Keuskupan Tanjungkarnag masih diberikan kesehatan dan kesempatan melayani-Nya.

Baca Juga :   Polisi Kejar Begal Yang Tewaskan Korbannya di Way Kanan

“Maka khitanan massal adalah program yang harus kami laksanakan. Karena syukur, terima kasih dan suka cita atas anugrah Tuhan maka kami memberikan Khitanan massal Ceria Peduli Sesama,” ungkap Pamong PDKI Keuskupan Tanjungkarang.

Diungkapkan Yohana Pujilatin sekali lagi Tuhan begitu baik. Dia menyadari bahwa PDKI Keuskupan Tanjungkarang sangat terbatas apalagi ekonomi sedang dalam kesulitaan tapi Tuhan tidak kekurangan cara dalam menolong umat-Nya.

“Dalam kesulitan kami, Tuhan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya melalui Alumni SMP Xaverius Telukbetung, sehingga kami puji Tuhan bisa melaksanakan program khitanan ini untuk tidak hanya di Bandarlampung, tetapi juga di Kota Gajah pada 30 Juni 2022 lalu dan di UP Jati Baru, Desember nanti,” terangnya.

“Dan semboyan kami apa pun situasi dan kondisinya kami akan tetap melayani Tuhan melalui sesama. Biarlah Tuhan yang semakin besar, dan kami semakin kecil,” tandas Yohana Pujilatin menutup sambutannya.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana saat memberikan tali asih pada peserta Khitanan Ceria Peduli Sesama di lapangan olahraga SMP Xaverius Teluk Betung, Jalan Hasanudin Teluk Betung Bandar Lampung, Jumat (8/7/2022).

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang datang pada baksos ini begitu mengapresiasi khitanan massal yang digagas PDKI “Santa Perawan Maria” Keuskupan Tanjungkarang.

“Hari ini PDKI Keuskupan Tanjungkarang alhamdulilah memberikan sunatan massal bagi Bandarlampung untuk anak-anak kita dan kerukunan umat beragama itu penting. Kerukunan umat beragama berarti masyarakatnya men-suport. Dan ini adalah bentuk partisipasi dari PDKI yang luar biasa,” kata Bunda Eva.

Bunda Eva berharap PDKI Keuskupan Tanjungkarang ke depan dapat melakukan kegiatan serupa di seluruh kabuaten kota yang ada di Provinsi Lampung.

“Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan oleh PDKI selalu diberikan yang terbaik, dan kita doakan PDKI bisa merambah, bukan hanya di Kota Bandar Lampung tetapi peserta yang ada di Provinsi Lampung,” ucapnya.

Menurut orang nomor satu di Kota Bandar Lampung ini, dengan kegiatan yang melibatkan lintas agama, semakin nampak jelas bahwa kerukunan antar umat beragama terjalin baik.

Baca Juga :   Konsisten Menangkan Hati Pelanggan, Indeks Pengalaman Pelanggan OVO Tertinggi di Kategori Pembayaran Digital

“Sekali lagi terima kasih banyak, Bunda atas nama Pemerintah Kota dengan diadakan sunatan massal ini, ini adalah yang luar biasa untuk warga masyarkat Bandar Lampung bahwa ada sunatan massal ini, kerukunan antar umat beragama, luar biasa,” pungkasnya.

Apresiasi serupa disampikan Ketua FKUB Provinsi Lampung, Dr. Mohammad Bahruddin, M.A., yang turut datang pada baksos Khitanan Ceria Peduli Sesama ini.

“Kegiatan bakti sosial ini salah satu memang point-point pemikiran dari teman lintas agama untuk selalu mengemas kegiatan yang tema sentralnya adalah kemanusiaan. Sehingga seluruh umat beragama memang harus memanusiakan manusia.”

“Dan di antara aspek memanusiakan manusia adalah bersedekah. Dalam hal ini adalah kemudian mengkhitankan orang-orang yang notanebe beda agama dengan Katolik, mohon maaf itu kan. Semua agama, mohon maaf banyak yang dari Islam itu dikhitankan. Ini artinya tanpa membeda-bedakan agama apa pun dari warga termasuk sukunya, etnisnya, dan sebagainya,” kata Dr. Mohammad Bahruddin.

Ketua FKUB Provinsi Lampung, Dr. Mohammad Bahruddin, M.A.

Ketua FKUB Provinsi Lampung ini berharap kegiatan baksos khitanan massal ini berkesinambungan.

Dr. Mohammad Bahruddin pada kesempatan ini juga menjelaskan pentingnya kehadiran tokoh lintas agama, yakni untuk meneguhkan kerukunan umat beragama.

“Harapan saya tentu kegiatan ini dapat berkesinambungan dari waktu ke waktu setiap tahun dan ini saya sudah ke berapa kalinya hadir di kegiatan seperti ini, karena untuk apa? Untuk meneguhkan kerukunan umat beragama.

“Bahwa bakti sosial seperti ini kalau tidak dihadiri tokoh lintas agama nanti ada miss persepsi, oh itu kristenisasi, oh itu katolikasisasi dan seterusnya, ini tidak ada. Karena yang namanya sedekah, yang namanya bakti sosial itu ya tidak beragama, universal, agama manapun mengajarkan seperti itu,” pungkasnya.

Baca Juga :   Gubernur Lampung Beri Penghargaan Personil Polda Lampung, Dirjen Beacukai dan BNNP Lampung
Para pengurus Paguyuban Devosan Kerahiman Ilahi (PDKI) “Santa Perawan Maria” Keuskupan Tanjungkarang saat bersama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Untuk diketahui Paguyuban Devosan Kerahiman Ilahi adalah wadah para Devosan yang berdevosi kepada Allah yang berbelas kasih. Karena Allah yang diimani adalah Allah yang berbelas kasih maka selain doa sebagai sarana gerak dan langkah dalam mengembangkan iman dan pelayanan kepada Allah melalui sesama devosan kerahiman ilahi juga melakukan aktivitas pelayanan belas kasih kepada sesama melalui praktek berbela rasa dan peduli terhadap sesama.

Bela rasa dan kepedulian itu mencakup amal kasih dan pelayanan seperti peduli pada yang papa dan berkekurangan antara lain khitanan massal gratis.

Selain melayani, PDKI “Santa Perawan Maria” Keuskupan Tanjungkarang juga ingin mewartakan belas kasih Allah yang marahin kepada semua baik yang seiman maupun yang tidak seiman. Untuk itu PDKI menjalin relasi dengan masyarakat umum dan menjalin hubungan serta melakukan pelayanan lintas agama.***