KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Paguyuban Devosan Kerahiman Ilahi (PDKI) “Santa Perawan Maria” Keuskupan Tanjungkarang menggelar bakti sosial khitanan massal. PDKI menggandeng Alumni SMP Xaverius Telukbetung dalam kegiatan tersebut.
Acara bertajuk “Khitanan Ceria Peduli Sesama” itu berlangsung di lapangan olahraga SMP Xaverius Telukbetung, Jumat (8/7/2022).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meraih Berkat Sang Kerahiman dan Kesalehan Sosial Kemanusiaan dengan Berbagi dan Melayani”. Sebanyak 125 anak dari berbagai latar belakang agama mengikuti khitanan massal tersebut.
PDKI Lanjutkan Program Pelayanan
Pamong PDKI “Santa Perawan Maria” Keuskupan Tanjungkarang, Yohana Pujilatin, mengatakan kegiatan itu melanjutkan program PDKI sebelumnya. Ia juga menindaklanjuti permintaan Mgr. Yohanes Harun Yuwono.
“Dasar yang melatarbelakangi kami mengadakan khitanan ini adalah karena Allah Yang Maha Rahim begitu baik. Kasih-Nya kepada kita juga tidak terbatas dan tidak membedakan,” kata Yohana saat membuka kegiatan, Jumat (8/7/2022).
Menurut Yohana, pandemi selama tiga tahun membawa pengalaman berat bagi masyarakat. Kondisi tersebut juga memengaruhi pelayanan PDKI kepada para devosan dan masyarakat.
“Pengalaman pahit, suka dan duka dalam mendampingi dan momong para devosan se-Keuskupan Tanjungkarang bagi kami menjadi sebuah memori yang tak terlupakan,” kenangnya.
PDKI Tetap Melayani Saat Pandemi
Meski pandemi berlangsung, PDKI Keuskupan Tanjungkarang tetap menjalankan pelayanan. Para anggota membagikan masker, nasi bungkus, sembako, pakaian layak pakai, dan minyak goreng.
“Selama pandemi kami bergerak hanya dalam pelayanan belas kasih. Kami membantu mereka yang terdampak Covid-19, masyarakat umum, terutama kaum duafa di jalan-jalan,” katanya.
Setelah situasi pandemi mereda, PDKI kembali menjalankan sejumlah program pelayanan. Yohana menyebut kesempatan tersebut sebagai bentuk syukur atas kesehatan dan kesempatan melayani Tuhan.
“Khitanan massal adalah program yang harus kami laksanakan. Karena syukur, terima kasih, dan sukacita atas anugerah Tuhan, kami memberikan Khitanan Massal Ceria Peduli Sesama,” ungkapnya.
Alumni SMP Xaverius Dukung Kegiatan
Yohana mengakui PDKI menghadapi keterbatasan, termasuk dalam hal ekonomi. Namun, ia melihat dukungan berbagai pihak sebagai bentuk pertolongan Tuhan.
“Dalam kesulitan kami, Tuhan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya melalui Alumni SMP Xaverius Telukbetung. Karena itu, kami bisa melaksanakan program khitanan ini,” terangnya.
PDKI juga menggelar kegiatan serupa di Kota Gajah pada 30 Juni 2022. Selanjutnya, PDKI merencanakan kegiatan di UP Jati Baru pada Desember.
“Dalam situasi dan kondisi apa pun, kami akan tetap melayani Tuhan melalui sesama. Biarlah Tuhan yang semakin besar dan kami semakin kecil,” tandas Yohana.
Eva Dwiana Apresiasi Khitanan Lintas Agama
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi program khitanan massal yang digelar PDKI Keuskupan Tanjungkarang.
“Hari ini PDKI Keuskupan Tanjungkarang memberikan sunatan massal bagi anak-anak kita. Kerukunan umat beragama itu penting. Kegiatan ini juga menjadi bentuk partisipasi PDKI yang luar biasa,” kata Eva.
Selanjutnya, Eva berharap PDKI memperluas kegiatan serupa ke berbagai kabupaten dan kota di Lampung.
“Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan oleh PDKI selalu diberikan yang terbaik. Kita doakan PDKI bisa merambah bukan hanya di Kota Bandar Lampung, tetapi juga ke seluruh Provinsi Lampung,” ucapnya.
Menurut Eva, kegiatan lintas agama seperti ini memperlihatkan hubungan baik antarumat beragama. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PDKI atas kegiatan tersebut.
FKUB Dorong Pelayanan Berkelanjutan
Ketua FKUB Provinsi Lampung, Dr. Mohammad Bahruddin, M.A., turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi pelayanan lintas agama yang PDKI lakukan.
“Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu pemikiran teman-teman lintas agama. Mereka selalu mengemas kegiatan dengan tema sentral kemanusiaan. Karena itu, seluruh umat beragama harus memanusiakan manusia,” kata Bahruddin.
Ia menilai kegiatan khitanan massal juga mencerminkan semangat berbagi. PDKI memberikan pelayanan tanpa membedakan agama, suku, maupun etnis penerima manfaat.
“Ini artinya tanpa membeda-bedakan agama apa pun dari warga, termasuk suku, etnis, dan sebagainya,” ujarnya.
Bahruddin berharap PDKI terus menjalankan kegiatan tersebut secara berkelanjutan. Menurutnya, pelayanan lintas agama dapat memperkuat kerukunan masyarakat.
“Harapan saya tentu kegiatan ini dapat berkesinambungan dari waktu ke waktu setiap tahun. Saya sudah beberapa kali hadir dalam kegiatan seperti ini. Tujuannya untuk meneguhkan kerukunan umat beragama,” katanya.
Ia juga menilai kehadiran tokoh lintas agama penting untuk mencegah kesalahpahaman mengenai kegiatan sosial lintas agama.
“Bakti sosial seperti ini kalau tidak dihadiri tokoh lintas agama nanti ada miskonsepsi. Namun, kegiatan ini tidak seperti itu. Sedekah dan bakti sosial bersifat universal. Semua agama mengajarkan hal tersebut,” pungkasnya.
PDKI Fokus pada Pelayanan Kasih
PDKI merupakan wadah bagi para devosan yang berdevosi kepada Allah yang berbelas kasih. Para anggota tidak hanya mengembangkan iman melalui doa.
Mereka juga menjalankan pelayanan kepada sesama. Pelayanan tersebut mencakup kegiatan berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
PDKI juga menggelar khitanan massal gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, para anggota membantu warga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
PDKI “Santa Perawan Maria” Keuskupan Tanjungkarang juga ingin mewartakan belas kasih Allah kepada semua orang. Karena itu, PDKI menjalin relasi dengan masyarakat umum dan membangun pelayanan lintas agama.***






