KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN — Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Lampung Selatan mendirikan dapur umum untuk membantu warga yang terdampak banjir bandang. Selain itu, Tagana juga berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Untuk menjalankan layanan tersebut, Tagana memusatkan posko dapur umum di Balai Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Dapur umum ini mulai beroperasi pada Jumat (28/10/2022).
Sebelumnya, banjir bandang menerjang Desa Banyumas pada Kamis (27/10/2022) malam setelah tanggul jebol. Akibat bencana tersebut, Desa Banyumas menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.
Sekretaris Tagana Lampung Selatan, Harsan Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Pelopor Perdamaian, Dinas Sosial, dan warga setempat untuk mengoperasikan dapur umum. Dengan kerja sama tersebut, petugas berharap kebutuhan makanan para pengungsi dapat terpenuhi.
“Tagana Lampung Selatan, Pelopor Perdamaian, dan Dinas Sosial setempat melaksanakan dapur umum lapangan untuk pengungsian lima titik yang berjumlah 800 orang dengan 145 KK di Balai Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan,” kata Harsan kepada Krakatoa.id, Jumat (28/10/2022).
Selain melibatkan petugas, kegiatan dapur umum ini juga mendapat bantuan dari ibu-ibu yang mengungsi. Mereka turut membantu menyiapkan makanan siap saji bagi para pengungsi.
“Kegiatan dapur umum kita laksanakan bersama ibu-ibu yang mengungsi. Sedangkan kita sudah berkoordinasi di sini dengan aparat pemerintah kecamatan dan aparat desa setempat,” ujarnya.
Sementara itu, Harsan juga menyampaikan laporan awal Tagana Lampung Selatan mengenai korban jiwa akibat banjir bandang tersebut. Berdasarkan laporan itu, dua warga meninggal dunia setelah banjir bandang menerjang wilayah mereka.
“Yang meninggal di Dusun Tasik, Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro atas nama Madrip (41), alamat Dusun Tasik, Desa Banyumas, dan Rusiyani (60), alamat Dusun Tasik, Desa Banyumas,” papar Harsan.***






