KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pendekatan berbasis data dan aksi konkret akan menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Bandar Lampung, seperti tingginya angka putus sekolah dan pengelolaan sampah.
Hal ini disampaikan Gubernur Mirza saat menerima kunjungan resmi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana di ruang kerjanya, Senin (14/7/2025). Dalam pertemuan yang berlangsung akrab namun sarat agenda strategis itu, Gubernur secara khusus menyoroti pentingnya integrasi data antar-pemerintah untuk mempercepat intervensi terhadap masalah yang selama ini stagnan.
“Di Lampung, hanya 62 persen lulusan SMP yang melanjutkan ke SMA. Lebih buruk lagi, hanya 21 persen yang kuliah dan dari mereka, cuma 3 persen yang bekerja di Lampung. Ini persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan dengan retorika. Kita butuh data yang akurat dari kabupaten/kota, termasuk Bandar Lampung, agar bisa kita tangani bersama,” tegas Mirza.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Pemkot Bandar Lampung melalui program Sekolah Siger, yang memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa-siswa yang tak tertampung di SMA negeri. Menurutnya, langkah ini perlu ditopang dengan kebijakan lebih luas dan koordinasi lintas sektor.
Satgas Sampah Lintas Daerah: Akselerasi Proyek Strategis Nasional
Tak hanya soal pendidikan, Gubernur juga menaruh perhatian besar pada masalah lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di Bandar Lampung. Ia menginisiasi pembentukan satuan tugas (satgas) bersama yang melibatkan Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Lampung Selatan untuk mempercepat operasionalisasi TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional.
“Target kita 1.000 ton sampah per hari bisa dikelola. Ini bukan proyek kecil. Kalau tidak kita koordinasikan lintas daerah, bisa mandek di tengah jalan,” ujarnya.
Gubernur juga meminta Pemkot Bandar Lampung segera menunjuk lokasi lahan untuk pembangunan embung sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir yang kerap melanda kota.
Sinergi Nyata Bukan Sekadar Seremoni
Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan apresiasi atas komitmen kuat Gubernur Mirza yang terus memberikan dukungan nyata bagi kota yang dipimpinnya. Mulai dari pembangunan infrastruktur pendidikan, normalisasi drainase, hingga dukungan pendanaan kebersihan.
“Bapak Gubernur sangat terbuka dan responsif terhadap kebutuhan kami. Apa pun arahannya, kami siap laksanakan. Karena memang kami butuh sinergi nyata, bukan sekadar seremoni,” ungkap Eva.
Gubernur Mirza dalam kesempatan itu menegaskan bahwa sinergi antar pemerintah bukan soal siapa yang lebih dominan, tapi bagaimana bekerja bersama untuk menjawab kebutuhan warga.
“Kalau kita ingin Lampung ini melompat, Bandar Lampung sebagai ibu kota harus jadi lokomotifnya. Tapi lokomotif ini harus kuat pondasinya: pendidikan, lingkungan, dan pariwisatanya harus beres. Itu yang sedang kami benahi,” pungkasnya.**






