Gubernur Mirza dan APTISI: Siap Sulap Kawasan Kota Baru Jadi Pusat Pendidikan Masa Depan

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Kawasan Kota Baru di Lampung Selatan akan segera menjelma menjadi pusat peradaban intelektual baru. Dalam hal ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggandeng jajaran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk menyukseskan megaproyek tersebut. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memplot kawasan mandiri ini sebagai basis utama intervensi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung.

Sebenarnya, rencana strategis tersebut mengemuka dalam pertemuan penting bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B Lampung. Gubernur Mirza memimpin langsung jalannya diskusi di Ruang Rapat Sakai Sambayan pada Kamis (4/6/2026). Oleh karena itu, momentum ini menjadi titik balik penting bagi masa depan dunia pendidikan tinggi di bumi ruwa jurai.

Sepuluh Kampus Swasta Besar Siap Ekspansi ke Kota Baru

Merespons visi besar Gubernur, Ketua APTISI Lampung, Firmansyah, menyatakan kesiapan penuh dari seluruh anggotanya. Pihak yayasan berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam membangun infrastruktur pendidikan di pusat pemerintahan baru tersebut.

Berdasarkan data resmi, sebanyak 10 PTS terkemuka di Lampung telah menyatakan sikap siap ambil bagian. Daftar kampus yang akan ikut serta membangun kawasan pendidikan baru tersebut meliputi:

• Universitas Muhammadiyah Metro
• Universitas Mitra Lampung
• Universitas Tulang Bawang
• Universitas Dharma Wacana
• Universitas Indonesia Mandiri
• Universitas Teknokrat Indonesia
• IIB Darmajaya
• Institut Prasetiya Mandiri
• ITS Nahdlatul Ulama
• STKIP PGRI

Solusi Atasi Masalah Ekonomi dan Angka Harapan Sekolah\

Bukan hanya membahas pembangunan fisik kampus, pertemuan ini juga membedah akar masalah sosial di Lampung. Sebab, Gubernur Mirza menyoroti fakta pahit mengenai banyaknya siswa tingkat SMA yang putus sekolah pada tahun 2025 lalu. Masalahnya, krisis ekonomi membuat ribuan ijazah kelulusan tertahan di sekolah akibat kendala biaya penembusan.

BACA JUGA :  Rahmat Mirzani Djausal Dijadwalkan Hadir di Tabligh Akbar Milad ke-112 Muhammadiyah Bersama Prof. Haedar Nashir

Dampak dari rentetan masalah finansial tersebut secara otomatis menekan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi. Bahkan, keterbatasan ekonomi memaksa sebagian besar usia produktif untuk bekerja ke luar negeri sebagai pekerja migran. Oleh karena itu, Gubernur Mirza bergerak cepat menetapkan target kuota pendidikan yang ambisius.

“Kami akan fokus menaikkan angka harapan sekolah secara masif. Oleh sebab itu, target kita bersama adalah membuka 9.000 bangku kuliah baru per tahun,” tegas Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza merasa sangat optimis target ini akan tercapai berkat membaiknya harga komoditas pertanian. Kondisi ini tentu meningkatkan daya beli para petani untuk menyekolahkan anak mereka hingga ke jenjang sarjana. Melalui lonjakan APK ini, pertumbuhan IPM akan merangkak naik dan secara otomatis menurunkan angka kemiskinan daerah.

Tawaran Skema Beasiswa Kolaborasi KIPDA

Guna merealisasikan target 9.000 mahasiswa baru tersebut, APTISI Lampung menawarkan solusi cerdas bernama KIPDA. Melalui skema beasiswa ini, pihak yayasan kampus swasta siap memotong biaya pendidikan sebesar 50%. Sementara, pihak kampus berharap Pemerintah Provinsi Lampung bersedia menanggung sisa 50% biaya operasional lainnya. Kolaborasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak grafik APK Lampung secara drastis hingga menyentuh angka 10%.

Meskipun menyambut baik, usulan beasiswa KIPDA ini dinilai masih memerlukan kajian formula regulasi yang lebih matang. Sebab, Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Nyoto Suseno, dan Ketua Yayasan Mitra, Andi Surya, memberikan catatan penting. Menurut mereka, perbedaan besaran anggaran biaya kuliah di tiap PTS memerlukan strategi pelaksanaan yang hati-hati.

Sebagai kesimpulan, gagasan menyulap Kota Baru menjadi kawasan kota pelajar ini mendapat respons positif dari seluruh pemangku kepentingan. Selanjutnya, tim gabungan dari Pemprov dan APTISI akan segera merumuskan regulasi teknis pelaksanaan program beasiswa bersama.***

BACA JUGA :  Sudan Harapkan Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia