KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung kini membidik tren sport tourism, khususnya ajang lari massal. Sebab, sektor ini bisa menjadi mesin uang baru bagi pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain itu, pemerintah menilai pergeseran tren liburan ini mampu menciptakan efek domino yang nyata. Oleh karena itu, omzet pelaku UMKM lokal dan keterisian hotel pun diprediksi akan ikut meningkat.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan hal itu pada Kamis (18/6/2026). Pada saat itu, ia memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung.
Magnet Pelari Luar Daerah
Dalam rapat tersebut, Jihan Nurlela menyoroti potensi besar lomba lari massal. Menurutnya, agenda olahraga ini bukan lagi sekadar kompetisi fisik biasa. Bahkan, event lari telah menjelma menjadi instrumen promosi daerah yang sangat masif.
“Ajang lari terbukti menjadi magnet luar biasa bagi wisatawan luar daerah. Namun, mereka tidak datang sendiri. Peserta biasanya membawa keluarga, pelatih, atau komunitas. Oleh sebab itu, kita harus menangkap momentum ini untuk mengenalkan destinasi wisata,” ujar Jihan.
Hasilnya, penyelenggaraan agenda regional dan nasional ini terbukti efektif. Dengan demikian, durasi tinggal (length of stay) para pelancong di Lampung menjadi lebih lama. Selanjutnya, usai berkompetisi, para peserta biasanya langsung mengeksplorasi destinasi wisata unggulan setempat.
Hotel Penuh, Kuliner Larut dalam Cuan
Tidak dapat dimungkiri, geliat sport tourism memberi dampak nyata bagi penunjang pariwisata. Contohnya, sektor perhotelan mencatatkan lonjakan reservasi kamar yang signifikan. Tentu saja, fenomena ini selalu terjadi setiap kali agenda olahraga berlangsung.
Sementara itu, perputaran ekonomi juga mengalir deras ke sektor transportasi. Begitu pula dengan industri kuliner dan pusat oleh-oleh yang ikut menikmati hasilnya. Oleh karena itu, Pemprov Lampung berkomitmen memaksimalkan potensi ini. Langkahnya adalah dengan selalu menyediakan stan bazar UMKM di titik finis event olahraga.
Oleh sebab itu, pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha terus memperkuat kolaborasi. Melalui kerja sama ini, festival budaya menampilkan seni tradisional dan produk kreatif. Alhasil, agenda ini menjadi panggung promosi gratis yang langsung menjangkau pasar potensial.
Motor Baru Ekonomi Berkelanjutan
Melalui strategi ini, Pemprov Lampung memadukan unsur olahraga (sport) dan hiburan budaya (festival). Oleh karena itu, mereka optimistis posisi Lampung di Pulau Sumatra akan semakin kokoh. Dengan begitu, Lampung siap menjadi gerbang destinasi utama.
Namun, strategi ini tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi musiman. Sebaliknya, pemerintah menargetkan sektor ini menjadi motor baru ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Maka dari itu, kita terus mendorong penemuan ruang kreatif melalui sport tourism dan festival. Dengan langkah ini, kita memastikan roda ekonomi masyarakat bawah tetap berputar kencang,” pungkas Jihan.***






