Sentil Kualitas SDM Pengelola Pangan, Gubernur Mirza Hadiahi Umrah Kepsek Berprestasi

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyoroti alasan mendasar mengapa Provinsi Lampung belum mampu mencapai kemakmuran yang optimal. Secara terbuka, ia memaparkan bahwa catatan sejarah peradaban dunia membuktikan kemajuan suatu bangsa tidak pernah memiliki tolok ukur dari kekayaan sumber daya alamnya. Sebaliknya, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi penentu utama kemajuan tersebut.

Gubernur Mirza menyampaikan evaluasi tersebut dalam kegiatan Evaluasi Program dan Kinerja serta Rencana Strategis Satuan Pendidikan Jenjang SMA/SMK/SLB Negeri se-Provinsi Lampung. Sebagai informasi, acara ini berpusat di Hotel Soeltan Luxe pada Kamis, 4 Juni 2026.

“Lampung ini merupakan daerah yang sangat kaya akan potensi pangan. Namun, kita belum mampu mencapai kemakmuran optimal. Kenapa? Karena posisi tawar dan kualitas SDM kita masih lemah dalam mengelola potensi besar tersebut,” ujar Gubernur Mirza di hadapan ratusan kepala sekolah.

Membakar Semangat Guru: Kunci Kemakmuran Ada di Ruang Kelas

Oleh karena itu, Gubernur Mirza menegaskan bahwa beban untuk mengubah nasib daerah kini berada di pundak para pendidik. Bahkan, ia mengingatkan bahwa masa depan kemajuan ekonomi dan sosial Provinsi Lampung tidak lahir dari kebijakan di kantor pemerintahan.

“Masa depan Provinsi Lampung itu bukan di tangan kantor Gubernur Lampung atau Dinas Pendidikan Lampung. Melainkan, masa depan daerah ini ada di ruang kelas Bapak Ibu sekalian semua. Jadi, makmur tidaknya, miskin tidaknya, maju tidaknya Provinsi Lampung itu ada di tangan Bapak Ibu,” tegasnya.

Guna menyongsong momentum Indonesia Emas 2045, Gubernur Mirza menginstruksikan seluruh jajaran kepala sekolah untuk melakukan pembenahan fundamental. Salah satu target utamanya adalah mendongkrak angka kelulusan pelajar Lampung yang melanjutkan ke jenjang kuliah. Sebab, saat ini angka kelulusan tersebut baru menyentuh 22 persen. Akibatnya, posisi kita masih tertinggal dari rata-rata nasional yang berada di angka 28 persen.

BACA JUGA :  Buya Syafii Maarif Berpulang

Beri Hadiah Umrah dan Beasiswa Penuh Sebagai Stimulus

Sebagai langkah nyata untuk memacu semangat kerja para guru, Gubernur Mirza memberikan penghargaan khusus yang sangat bernilai. Tentu saja, apresiasi ini mengalir kepada dua kepala sekolah yang sukses meloloskan hampir seluruh siswanya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan dunia kerja global.

Hendra Putra (Kepala SMA Negeri 14 Bandar Lampung): Sukses mengantarkan 100 persen siswanya menembus PTN. Atas prestasi ini, Gubernur Mirza memberikan hadiah berupa beasiswa pendidikan penuh untuk anak kandung Hendra Putra.

Meri Juwita (Kepala SMA Negeri 1 Tegineneng): Berhasil meloloskan 99 persen siswanya ke PTN sekaligus dunia kerja internasional. Sebagai ganjaran atas dedikasinya, Gubernur Mirza menghadiahi Meri Juwita ibadah umrah gratis.

Targetkan Nol Putus Sekolah Melalui Dana Zakat

Selain memberikan hadiah, Pemerintah Provinsi Lampung juga merancang strategi khusus untuk membantu pelajar dari keluarga kurang mampu. Oleh karena itu, pemerintah akan mengalokasikan dana zakat melalui Baznas secara tepat sasaran. Langkah konkret ini bertujuan untuk mewujudkan komitmen zero drop out (nol putus sekolah) di tingkat SMA/SMK/SLB se-Provinsi Lampung.

Kesimpulannya, melalui kegiatan evaluasi ini, Gubernur Mirza ingin memastikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar formalitas. Melalui ketulusan dan kasih sayang para guru, ruang kelas harus bertransformasi menjadi laboratorium utama yang melahirkan generasi emas penggerak ekonomi pangan Lampung di masa depan.***