Bidik Kapal Pesiar Internasional, Mega Proyek Bakauheni Harbour City Siap Gelar Harbour Fest 2026

KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG — Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Lampung tengah membidik pasar pariwisata kelas dunia. Kedua instansi tersebut bersiap menyulap kawasan mega proyek Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai pelabuhan transit kapal pesiar internasional. Rencana besar ini mencuat dalam pertemuan strategis di kantor Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Senin (13/7/2026).

Selanjutnya, posisi geografis Bakauheni yang strategis menjadi modal utama untuk memikat operator cruise ship global. Kapal-kapal mewah asing sering melintasi jalur laut Selat Sunda dalam rute pelayaran internasional mereka. Pemerintah daerah ingin memanfaatkan momentum tersebut agar para pelancong mancanegara bersedia singgah dan berbelanja di Lampung.

Jadikan Menara Siger Magnet Budaya dan Siapkan Festival Harbour Fest

Mengenai hal itu, pengelola kawasan terus mempercantik Menara Siger sebagai ikon budaya utama tanah Lampung. Menara megah tersebut akan menyambut kedatangan para turis asing dengan pesona kearifan lokal yang kental. Guna memicu lonjakan kunjungan, pihak manajemen juga telah menyiapkan kalender acara festival yang sangat meriah.

Kemudian, Project Head Bakauheni Harbour City Mario Sardadi membeberkan salah satu agenda besar terdekat. Pihak BHC akan menggelar festival musik dan budaya bertajuk Harbour Fest pada 8 Agustus 2026 mendatang. Kegiatan berskala besar ini bertujuan untuk memperkenalkan wajah baru Bakauheni sebagai pusat hiburan tepi laut.

“Bakauheni memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang Sumatera. Kami ingin pengembangan BHC tidak hanya menghadirkan kawasan wisata, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui berbagai aktivitas ekonomi dan sosial. Melalui berbagai kegiatan di BHC, kami berharap masyarakat dapat ikut merasakan manfaat dari pertumbuhan kawasan ini,” ujar Mario Sardadi.

Sekdaprov Marindo Kurniawan Pastikan Dampak Berganda bagi Pelaku UMKM

Tentu saja, rencana ambisius ini mendapat dukungan penuh dari jajaran eksekutif Pemerintah Provinsi Lampung. Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa kehadiran turis asing harus membawa dampak ekonomi yang nyata. Masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah kemegahan proyek pariwisata bernilai miliaran ini.

“Pariwisata menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung. Melalui sinergi dengan ASDP, kita ingin memastikan kawasan Bakauheni Harbour City dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Lampung,” kata Marindo.

Lalu, pemerintah daerah meminta pihak ASDP menyediakan ruang khusus bagi produk-produk ekonomi kreatif lokal. Para perajin kain tapis dan pelaku UMKM kuliner Lampung harus mendapat tempat strategis di area BHC. Kesimpulannya, perpaduan antara kunjungan kapal pesiar dan festival rakyat akan mempercepat transformasi Bakauheni menjadi magnet ekonomi baru Sumatra.***

BACA JUGA :  Lampung Antisipasi Lonjakan Permintaan BBM dan LPG Menjelang Lebaran