KRAKATOA.ID, LAMPUNG TENGAH — Kondisi delapan ruang kelas di SD Negeri 2 Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, menjadi perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Saat meninjau sekolah tersebut pada Kamis (20/8/2026), Rahmat menerima langsung laporan kebutuhan fasilitas dari Kepala SD Negeri 2 Rama Nirwana I Nyoman Sukasana.
Dalam kunjungan itu, Rahmat tidak hanya melihat kondisi sekolah, tetapi juga membahas langkah tindak lanjut bersama jajaran pendidikan. Karena itu, ia meminta kebutuhan sekolah segera masuk dalam pembahasan renovasi.
“Insya Allah minggu depan tim dari Presiden hadir ke sini untuk membantu. Ini dimasukkan saja untuk renovasi dan restrukturisasi,” ujar Rahmat.
Delapan Ruang Kelas Jadi Perhatian
I Nyoman Sukasana menjelaskan sekolah membutuhkan penanganan pada sekitar delapan ruang kelas. Menanggapi kebutuhan tersebut, Rahmat meminta jajaran terkait memasukkan fasilitas itu dalam rencana renovasi dan restrukturisasi.
Dengan langkah tersebut, sekolah memiliki peluang memperbaiki ruang belajar agar siswa dan guru dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah Nur Rohman turut mendampingi pembahasan mengenai kondisi sekolah dan program revitalisasi pendidikan di wilayah tersebut.
Gubernur: Perbaikan Gedung Harus Sejalan dengan Mutu Pendidikan
Selain memperbaiki infrastruktur, Rahmat menegaskan pemerintah juga harus meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, pemerintah dapat memperbaiki fasilitas sekolah. Di sisi lain, kepala sekolah dan guru harus terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Saya titip anak-anak, Pak. Kami berusaha memperbaiki infrastrukturnya, kepala sekolah memperbaiki kualitas pendidikan, dan guru-guru semangat serta motivasinya harus ditekankan,” katanya.
Dengan demikian, perbaikan ruang kelas tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah juga ingin fasilitas yang lebih layak mendorong guru menciptakan pembelajaran yang semakin baik.
Pada akhirnya, siswa harus menjadi penerima manfaat utama dari seluruh program peningkatan pendidikan tersebut.
Pendidikan Gratis Tetap Harus Terjangkau
Tidak hanya soal gedung sekolah, Rahmat juga menyoroti biaya pendidikan.
Ia mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga berbagai kebutuhan pendidikan supaya tidak membebani orang tua. Meskipun sekolah telah menerapkan pendidikan gratis, pemerintah tetap perlu mengantisipasi biaya lain yang mungkin muncul.
“Yang paling penting, bagaimana ke depan biaya-biaya pendidikan jangan sampai mahal. Meskipun kita tahu sekolah sudah gratis,” ujar Rahmat.
Menurutnya, akses pendidikan yang terjangkau menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Lampung.
Oleh sebab itu, pemerintah perlu menjaga kualitas pendidikan sekaligus memastikan masyarakat dapat mengaksesnya tanpa beban biaya yang berlebihan.
Revitalisasi Sekolah Lampung Tengah Meningkat
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah Nur Rohman mengatakan pemerintah terus memperluas program revitalisasi satuan pendidikan.
Pada 2025, sebanyak 25 satuan pendidikan memperoleh program revitalisasi. Kemudian, jumlah tersebut meningkat pada 2026 dengan rencana revitalisasi di 89 titik.
Program tersebut mencakup jenjang TK hingga SMP, baik sekolah negeri maupun swasta.
Sebelumnya, pada 2024 pemerintah pusat belum menjalankan program revitalisasi. Namun demikian, Pemprov Lampung tetap mengalokasikan APBD untuk memperbaiki dan merehabilitasi sekolah.
Melalui anggaran daerah, sekitar 39 sekolah mendapat penanganan pada 2024.
Dengan peningkatan jumlah titik revitalisasi tersebut, pemerintah menunjukkan upaya memperluas perbaikan sarana pendidikan di Lampung Tengah.
Gubernur Sapa Siswa SDN 2 Rama Nirwana
Di sela-sela peninjauan, Rahmat juga berinteraksi langsung dengan siswa SD Negeri 2 Rama Nirwana.
Ia menyapa para siswa dan memastikan mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Selain itu, interaksi tersebut memberi kesempatan kepada Gubernur untuk melihat suasana sekolah secara lebih dekat.
Tidak sekadar mengandalkan laporan, Rahmat ingin pemerintah melihat kondisi pendidikan secara langsung di lapangan.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dapat memahami kebutuhan sekolah secara lebih konkret dan menentukan langkah tindak lanjut.
Renovasi Jadi Harapan Baru Sekolah
Rahmat berharap perbaikan sarana pendidikan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam hal ini, pemerintah bertugas memperkuat infrastruktur. Sementara itu, kepala sekolah dan guru harus terus meningkatkan mutu pendidikan.
Jika keduanya berjalan bersama, siswa akan memperoleh lingkungan belajar yang lebih layak sekaligus pembelajaran yang berkualitas.
Bagi SD Negeri 2 Rama Nirwana, kunjungan Gubernur Lampung membawa harapan baru. Kini, delapan ruang kelas yang membutuhkan penanganan telah mendapat perhatian pemerintah.
Selanjutnya, tim pemerintah pusat akan meninjau kebutuhan tersebut. Dengan demikian, sekolah berharap proses renovasi dapat segera berjalan dan memberikan ruang belajar yang lebih nyaman bagi para siswa.***






