KRAKATOA.ID, BANDAR LAMPUNG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) sukses menyelenggarakan karnaval dan muhibah seni dalam rangka Dies Natalis ke-58 FKIP Unila, Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di pelataran Rumah Adat FKIP dan menjadi rangkaian karnaval sekaligus muhibah seni keempat yang rutin digelar sejak 2023.
Tak sekadar memeriahkan peringatan hari jadi, agenda ini juga merepresentasikan ekspresi kreativitas serta wujud kecintaan sivitas akademika terhadap pelestarian budaya bangsa.
Kegiatan diawali dengan penjemputan Rektor melalui carnaval on road menuju Rumah Adat FKIP. Dies Natalis ke-58 mengusung tema “Pesona Sai Bumi Ruwa Jurai” dan dimeriahkan dengan berbagai hiburan, di antaranya fashion show tapis Lampung dan busana adat nasional yang diikuti seluruh program studi di lingkungan FKIP.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk pelestarian siger dan kain tapis sebagai identitas budaya lokal Lampung. Selain itu, ditampilkan pula beragam tari tradisional sebagai upaya menjaga dan mengenalkan kekayaan budaya Nusantara.
Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan pihak yang berkontribusi.
“Terima kasih atas partisipasi seluruh pihak. Ini sangat luar biasa dan membuktikan kekompakan serta komitmen kita bersama dalam menjaga budaya sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di Universitas Lampung,” ujarnya.
Ia menegaskan, Dies Natalis ke-58 FKIP tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat nilai kehidupan. Karnaval dan muhibah seni tahun ini melibatkan 31 program studi di lingkungan FKIP, dengan 15 program studi telah terakreditasi Unggul.
Pada momentum tersebut, FKIP Unila juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan total donasi Rp60 juta, masing-masing Rp20 juta per provinsi. Donasi berasal dari sumbangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, termasuk perlengkapan ibadah serta peralatan memasak yang rencananya segera diberangkatkan ke Aceh.
“Mudah-mudahan saudara-saudara kita diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, dan bantuan yang dihimpun menjadi wujud nyata kepedulian serta solidaritas keluarga besar Unila,” kata Rektor.
Sementara itu, Dekan FKIP Unila Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menyampaikan bahwa karnaval dan muhibah seni tahun ini merepresentasikan filosofi kebersamaan serta keberagaman budaya Lampung di lingkungan FKIP.
Ia menjelaskan, perayaan menghadirkan ragam ekspresi budaya, mulai dari tradisi Lampung Saibatin dan Pepadun hingga busana adat Nusantara, dengan melibatkan sekitar 1.850 mahasiswa bersama dosen dari seluruh program studi.
“Terima kasih atas partisipasi seluruh pihak. Ini luar biasa, membuktikan kekompakan dan komitmen bersama keluarga besar FKIP dalam menjaga budaya sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial,” pungkasnya.***






