KRAKATOA.ID, PALEMBANG – Bukit Siguntang menjadi destinasi wisata sejarah dan religi unggulan di Palembang. Pengelola menjaga kawasan ini agar tetap lestari dan nyaman dikunjungi.
Bukit ini menyimpan jejak penting dari masa Kerajaan Sriwijaya. Wisatawan datang untuk belajar sejarah sekaligus berziarah.
Asal-usul Nama
Sulaiman, juru kunci, menjelaskan nama Siguntang berasal dari bahasa Palembang. Istilah ini merujuk pada bukit yang “terguntang-guntang” atau terombang-ambing.
Menurutnya, bukit ini sudah ada sejak sebelum masehi. Sementara itu, makam mulai muncul sekitar tahun 1415 dengan luas kawasan mencapai 14 hektare.
Tempat Suci Lintas Agama
Berbagai umat beragama datang ke Bukit Siguntang untuk beribadah dan berziarah.
Perayaan Waisak rutin digelar setiap Mei dan diikuti ribuan jemaah. Menjelang Ramadan, kawasan ini juga ramai oleh tradisi ziarah kubro.
Selain itu, penganut Hindu kerap menggelar kirab keagamaan. Pengunjung dari kalangan Konghucu biasanya hadir saat Imlek dan Cap Go Meh. Aktivitas ini menunjukkan kuatnya nilai toleransi di kawasan tersebut.
Peninggalan Sriwijaya
Bukit Siguntang menyimpan tujuh makam tokoh yang dikaitkan dengan Sriwijaya. Hingga kini, peziarah masih rutin mengunjungi lokasi tersebut.
Kawasan ini juga memiliki sejumlah arca penting seperti Wairocana, Jambhala, dan Buddha Amarawati setinggi 3,6 meter.
Daya Tarik Wisata
Suasana rindang dan sejuk menjadi daya tarik utama. Pengelola menyediakan gazebo dan area duduk bagi pengunjung.
Dari puncak bukit, wisatawan dapat menikmati panorama Kota Palembang. Banyak pengunjung memanfaatkan lokasi ini untuk berfoto.
Lokasi dan Tiket
Bukit Siguntang berada di Ilir Barat I, sekitar 5 km dari pusat kota. Lokasinya dekat Jembatan Ampera.
Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Tiket masuk Rp3.000 untuk anak-anak dan Rp5.000 untuk dewasa.***






