Netanyahu Tunda Pemecatan Menteri Pertahanan Israel, Siap Kesampingkan Perbedaan

KRAKATOA.ID, ISRAEL — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Senin (10/4), mengatakan ia akan mempertahankan posisi Yoav Gallant sebagai menteri pertahanan mengingat krisis keamanan yang meningkat di negara tersebut. Pernyataan tersebut membalikkan keputusan pemecatan Gallant, yang memicu demonstrasi dan meningkatkan kewaspadaan di luar negeri.

Netanyahu mengatakan telah menyelesaikan perselisihannya dengan Gallant terkait seruannya bulan lalu untuk menghentikan rencana perombakan sistem peradilan yang telah memecah belah pemerintah. Gallant menganggap rencana perombakan tersebut akan menimbulkan ancaman keamanan terhadap Israel.

Pekan lalu Netanyahu mengumumkan akan menunda pemecatan tersebut.

“Saya telah memutuskan untuk melupakan perbedaan di antara kami,” ujar Netanyahu dalam konferensi pers pada Senin. Ia mengatakan keduanya telah bekerja sama erat selama dua minggu terakhir ini.

Seorang wisatawan asal Italia tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka ketika sebuah mobil menabrak kerumunan pejalan kaki di Tel Aviv pada Jumat (7/4). Insiden tersebut terjadi hanya berselang beberapa jam setelah terjadinya penembakan terhadap dua kakak beradik asal Israel dan ibu mereka saat berkendara di Tepi Barat.

Kedua serangan itu, dan serangan lintas perbatasan di Gaza dan Lebanon, telah menambah ketegangan antara Israel-Palestina pasca serangan yang dilakukan oleh polisi Israel di Masjid Al-Aqsa pada Rabu (5/4) dini hari.

Ketegangan itu berpotensi semakin meluas ketika Israel menanggapi rentetan roket dengan menghantam sasaran yang terkait dengan kelompok Hamas di wilayah Gaza dan bagian selatan Lebanon. Pertempuran itu terhenti pada hari Jumat lalu.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Channel 13 News Israel pada hari Minggu (9/4) menunjukkan Partai Likud, pimpinan Netanyahu, akan kehilangan lebih dari sepertiga kursi jika pemilu diadakan saat ini. Netanyahu juga diprediksi akan gagal mendapatkan suara mayoritas dengan mitra koalisi sayap kanannya.

BACA JUGA :  Tandatangani Perjanjian Kerjasama Dengan PT Hutama Karya, Polda Lampung Berlakukan ETLE di Tol Trans Sumatera

“Saya tidak terganggu oleh jajak pendapat itu,” tegas Netanyahu kepada wartawan.

Lebih jauh Netanyahu mengatakan hubungan dengan Amerika Serikat, yang tampak tegang karena rencana perombakan sistem peradilan, “tetap lebih kuat dibanding sebelumnya,” dan bahwa kedua negara memiliki kerja sama keamanan dan intelijen yang solid.

Netanyahu juga membahas soal belum adanya undangan dari Gedung Putih untuk melakukan lawatan resmi setelah ia kembali menjabat sebagai perdana menteri. “Tentunya akan ada lawatan, jangan khawatir,” ujar Netanyahu.

Pemerintahnya menangguhkan undang-undang tentang perombakan sistem peradilan itu untuk memungkinkan adanya kompromi dengan pihak-pihak yang menentang rencana tersebut, menyusul gerakan demonstrasi yang meluas yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. [em/rs]