KRAKATOA.ID, JAKARTA -— Dalam dinamika politik dan pemerintahan yang masih didominasi oleh laki-laki, kehadiran Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana di panggung nasional menjadi angin segar. Tidak hanya sebagai kepala daerah, Bunda Eva kini juga tampil sebagai representasi perempuan dalam diplomasi pemerintahan lintas level.
Sebagai Wakil Ketua Bidang Pemerintah dan Otonomi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Eva Dwiana menghadiri pertemuan strategis bersama Kepala Staf Kepresidenan RI Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (22/5).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Eva membawa suara daerah—dan juga suara perempuan pemimpin—ke ruang pusat kekuasaan. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya keterpaduan antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah demi keberhasilan program-program nasional.
“Sinergi bukan hanya soal koordinasi, tapi juga tentang mendengar dan menyelaraskan pengalaman di lapangan dengan arah kebijakan nasional,” ujar Eva, seraya menyampaikan pandangannya terkait tantangan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelaksanaan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis.
Sebagai satu-satunya kepala daerah perempuan dalam pertemuan itu, Eva menunjukkan bagaimana kepemimpinan inklusif dan representatif bisa memberi warna baru dalam diskusi strategis lintas institusi.
Ia menambahkan bahwa forum semacam ini sangat penting dalam membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memberi ruang bagi perempuan pemimpin untuk menyuarakan perspektif yang lebih holistik.
Pengamat politik dan gender dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Pratiwi, menyebut kehadiran Eva di forum strategis ini sebagai bukti bahwa perempuan tidak hanya bisa memimpin, tetapi juga mampu menjadi aktor penting dalam membentuk arah kebijakan nasional. “Kita butuh lebih banyak sosok seperti Eva Dwiana yang membawa nilai kolaboratif dan empati ke dalam sistem pemerintahan,” ujarnya.
Dengan kiprah aktifnya di Apeksi dan perannya dalam forum nasional, Eva Dwiana tidak hanya membawa nama Bandar Lampung ke tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga membuka jalan bagi generasi perempuan pemimpin berikutnya untuk lebih percaya diri tampil dalam ruang-ruang pengambilan keputusan penting di Indonesia.***






