Krakatau Flying Club dan Rajabasa Adventure Paramotor Club Terbang Perdana di Bukit Teluk Nipah

KRAKATOA.ID, LAMPUNG SELATAN — Dua komunitas Paramotor Lampung antara lain Krakatau Flying Club dan Rajabasa Adventure Paramotor Club sukses melakukan terbang perdana di Bukit Teluk Nipah pada Minggu (29/10/2023).

Selain para pengurus ke dua paramotor ini, nampak atlet paramotor andalan asal Lampung Adi Ayangsyah juga mencicipi terbang untuk pertama kalinya di Bukit Teluk Nipah yang baru saja dibuka.

“Minggu kemarin langsung dari pengurus paramotor lampung beserta atlet andalan Lampung mas Adi Ayangsyah langsung coba terbang di Bukit Teluk Nipah menerbangkan 1 unit paramotor dengan parasut yang bertuliskan I love Lampung,” kata Bambang Abiyono selaku salah satu perintis awal olahraga paralayang di Lampung saat dihubungi Krakatoa.id di Bandarlampung, Selasa (1/11/2023).

Mereka lanjut Bambang, take off dari Bukit Nipah terbang ke arah Pantai Sudul hingga hampir ke Pantai Suak. “Kemudian direct terbang langsung ke Pantai Arang dan Marina, dimana kontur dari Bukit Nipah satu barisan dengan bukit di sebelahnya seperti Arang dan Marina,” jelas dia.

Dirjelaskan Bambang terbang perdana pihaknya ini untuk menentukan titik-titik emergency landing, serta area-area yang berpotensi membahayakan penerbangan baik paramotor dan paralayang di sepanjang Bukit Nipah hingga ke Pantai Arang sampai Marina.

“Hal hasil dari terbang tersebut bukan hanya paralayang saja yang dapat terbang di Bukit Nipah, namun paramotor pun juga bisa terbang di Bukit Nipah ini,” tegas Bambang.

“Dengan paramotor cukup dengan waktu 20 menit sudah cukup untuk terbang dari Bukit Nipah, ke Pantai sundul, Arang dan Marina. Karena paramotor memiliki daya dorong dan daya laying,” paparnya.

Komunitas paramotor dan paralayang di Lampung usai terbang perdana di Bukit Teluk Nipah, Minggu (29/10/2023).

Sementara itu atlet paramotor andalah Lampung Adi Ayangsyah yang sempat terbang perdana di Teluk Nipah mengaku optimis lokasi Bukit Nipah ini akan menjadi magnet baru para penerbang paralayang atau pun paramotor.

BACA JUGA :  3 Desainer Muda dari Berbagai SMK di Jawa Timur Siap Unjuk Gigi di VOI Fashion Day 2024

“Selalu ada hal yang baru dapat dinikamti selama terbang di Bukit Nipah, sehingga rasa terbang ini yang dicari oleh penerbang-penerbang paralayang, dengan sangat optimis lokasi Bukit Nipah akan menjadi pusat perhatian penerbang paralayang dari luar lampung. Lokasi ini sangat strategis dan ideal untuk paralayang dan paramotor,” jelas dia kepada Krakatoa.id di Bandarlampung, Selasa (01/11/2023).

Ayang begitu Adi Ayangsyah akrab disapa sangat yakin bahwa site Bukit Teluk Nipah selain dapat memajukan olahraga dirgantara di Lampung juga pengembangan potensi wisata khususnya di Lampung Selatan.

“Bila sudah resmi kita segara buka site untuk tandem sehingga masyarakat awan ingin terbang bisa akita ajak terbang, sehingga dari sini juga kita bisa majukan olahraga dirgantaradan juga dari sisi periwisata lampung dan khususnya Lampung Selatan,” ungkap Ayang.

Dihubungi terpisah Letnan Kolonel Laut (T) Gatot Suryono, menegaskan tujuan utama dibukanya site Bukit Teluk Nipah.

“Rencana ke depan yang jelas Teluk Nipah ini bisa digunakan sebagai tempat untuk meningkatkan prestasi olah raga dirgantara yang ada di Provinsi Lampung, terutama paralayang dan paramotor. Dan tempat untuk menikmati senja dan sunset bagi warga Lampung,” tandas inisiator menghidupkan kembali paralayang di Lampung ini.***