KRAKATOA.ID, LAMPUNG BARAT – Para pendaki yang mendaki atau pun berziarah ke Gunung Pesagi diminta untuk tidak lagi meninggalkan sampah mereka di alam, namun harus membawa dan membuangnya ke tempat yang disediakan.
“Ya keprihatinan saya, khususnya saya masyarakat sini (Pekon Bahway) yaitu tadi, sampah kalau itu di puncak. Jadi kurang istilahnya bersih lah. Kan kalau istilahnya pendaki ya mungkin dia tahu lah, sadarlah, yang bikin sampah kan minat khusus,” jelas Irawadi, warga Pekon Bahway, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat. Kerisauannya itu disampaikan Irawadi saat ditemui Krakatoa.id, Sabtu (18/5/2024).
Menurut Irawadi banyak sampah yang ditinggalkan para pendaki baik di sepanjang jalur pendakian yang melalui Pekon Bahway hingga di puncak gunung yang memiliki ketinggian 2.262 mdpl.
“Ya pesan buat mereka (pendaki) ya, bagi pendaki harus tahu diri lah istilahnya kan, kalau istilahnya kita bawa sampah ya harus dibawa turun lagi gitu, jangan ditinggal di puncak,” jelas Irawadi gusar.

Dia mengajak para pendaki untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dia juga mengimbau para pendaki untuk mengurangi pemakaian kantong plastik sekali pakai. “Yang mendominasi di atas (gunung) adalah sampah plastik,” katanya.
Dibeberkan Irawadi secara rutin warga Pekon Bahway dan kadang dibantu kelompok pecinta alam rutin mengadakan aksi bersih Gunung Pesagi.
“Khususnya kami warga sini lah yang sering aksi dengan bersih gunung. Itu terakhir kami bebarengan dengan anak Koral dari Metro, 17 Agustus itu di Gunung Pesagi. Ini kami adakan rutin dengan warga sekitar,” pungkasnya.

Keprihatinan serupa atas banyakanya sampah yang ditinggalkan oleh pendaki di Gunung Pesagi dikemukakan Selamet, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pekon Bahway. Tak jarang dia secara sukarela sering melakukan aksi bersih gunung sendirian.
“Kesadaran saya pribadi, saya sering melalakukan aksi bersih, membawa sampah-sampah dari atas Gunung Pesagi sendirian mas,” kata Selamet.
Dia pun tak bosan-bosannya berpesan kepada para pendaki yang hendak melakukan melakukan pendakian untuk tidak meninggalkan sampahnya.
“Kan pasti registrasi dulu di pos, dan saya selalu mengingatkan mereka untuk membawa sampah mereka turun ke bawah,” tutup Selamet.***






