Pemprov Lampung Dukung Pengembangan Kawasan Cabai dan Bawang Merah

KRAKATOA.ID, BANDARLAMPUNG — Cabai dan bawang merah merupakan dua komoditas strategis hortikultura yang ditetapkan sebagai bahan pangan pokok selain padi, jagung, dan kedelai.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung, Kusnardi mengatakan komoditas tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung karena memiliki pengaruh cukup signifikan terhadap inflasi.

“Terlebih saat harga komoditas tersebut
fluktuatif akibat tidak meratanya distribusi, produksi, dan ketidakseimbangan antara supply dan demand,” katanya kepada Krakatoa.id di Bandarlampung, Kamis (2/11/2022).

DKPTPH Provinsi Lampung lanjut Kusnardi melakukan beberapa upaya untuk tetap menjaga peningkatan produksi dan stabilitas harga cabai dan bawang merah di pasaran.

“Pada 2022, Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan Pengembangan Kawasan Cabai Merah di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Timur, Way Kanan dan Mesuji dengan total luas 50 hektare (ha),” jelasnya.

Sementara itu lanjut Kusnardi pengembangan bawang merah dilaksanakan di lima kabupaten sentra produksi, yakni Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Barat, Tanggamus, dan Pringsewu dengan total luas pengembangan 86 ha.

“Seluas 80 ha berupa pengembangan kawasan untuk produksi bawang merah konsumsi dan ,6 ha untuk produksi benih,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung, Kusnardi saat meninjau pengembangan kawasan bawang merah di Lampung Selatan, 28 Oktober 2022.

Selain meningkatkan produksi, Kusnardi berharap ketersediaan benih bawang merah yang selama ini bergantung dari Pulau Jawa pun bisa dipenuhi secara mandiri oleh petani di Provinsi Lampung.

Guna mendukung program tersebut lanjutnya, Pemprov Lampung juga memberikan bantuan kepada kelompok tani cabai dan bawang merah berupa sarana dan prasarana pascapanen serta pengolahan cabai dan bawang merah.

“Selain itu, dilakukan pula pembinaan mengenai budidaya cabai bawang merah sesuai dengan good agriculture practices (GAP),” papar dia

Program-program tersebut kata Kusnardi diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi kesejahteraan petani dan meningkatkan produksi serta stabilitas harga cabai dan bawang merah di Provinsi Lampung.***

BACA JUGA :  Kemenkumham Lampung Adakan Diseminasi Layanan Apostille Tahun Anggaran 2023